Home / ACEH / Viral, Pria Diduga Presiden Persiraja “Sliding” Pemain Aceh United

Viral, Pria Diduga Presiden Persiraja “Sliding” Pemain Aceh United

Kericuhan saat Derby Aceh. Foto: Dok. Klikkabar.com

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Laga derby antara Persiraja Banda Aceh melawan Aceh United dalam laga lanjutan liga 2 Indonesia di Stadion H Dimurthala Lampineung Banda Aceh, Senin (8/10/2018) malam lalu, diwarnai kericuhan antara pemain kedua tim.

Kericuhan terjadi saat pertandingan baru berjalan tujuh menit. Keributan itu bermula dari ketidaktegasan wasit yang kerap membiarkan pemain tim tamu tergeletak tanpa dianggap pelanggaran usai duel dengan pemain tuan rumah.

Pemain Aceh United yang tidak terima salah seorang rekannya terjatuh melancarkan aksi protes. Keadaan berubah menjadi anarkis karena pemain dari kedua kubu terlihat tak bisa menahan emosi.

Bahkan, pemain Aceh United, Fasyrushi dengan brutal menendang pemain belakang Persiraja, Luis Irsandi. Aksi tak terpuji dari pemain muda ini mengundang reaksi dari tim tuan rumah.

Viktor Pae kemudian datang menghampiri Fasyrushi, sehingga keduanya terlibat baku hantam.

Dengan tangan kiri, Fasrushi mengunci leher Viktor Pae. Tak tinggal diam, pemain asal Papua ini kemudian membalas dengan mencekak leher Fasyrushi.

Sejumlah petugas keamanan yang berada di lokasi harus turun ke lapangan melerai kericuhan. Pemain Aceh United berusaha lari menyelamatkan diri dari kejaran official.

Salah satunya winger lincah Aceh United, Fani Aulia yang posisi tak jauh dari bangku cadangan tuan rumah. Mantan idola Persiraja itu berusaha menyelamatkan diri dari keributan.

Sialnya, arah lari pemain asal Pidie itu malah menuju ke sisi lapangan yang di sana terlihat pria putih berambut ala pemain bola dengan jaket oren juga tersulut emosi.

Ketika Fani melintas di depan pria yang diduga Presiden Persiraja itu, seketika mengeluarkan jurus “sliding tackle” yang membuat Fani terpelanting.

Aksi Nazaruddin Dek Gam ini mendadak viral di media sosial. Dari video singkat yang beredar, usai kejadian itu, ia seperti tak bersalah segera menuju pinggir lapangan.

Sementara Fani yang merasa dizalimi, berusaha membalas, namun kemarahan Fani diredam manajer Persiraja, Pak Guru dan seorang panitia pelaksana yang berbaju biru.

Meski sempat ricuh, kedua kesebelasan akhirnya kembali melanjutkan permainan hingga laga berakhir. Tuan rumah menang 6-1 atas tim Laskar Sultan Iskandar Muda.

Gol-gol Persiraja diciptakan oleh Husnuzhon menit 3, Andre Abu Bakar menit 16, Luis Irsandi menit 60, dan hattrick Vivi Asrizal masing-masing menit 31, 45 dan 56. Sementara satu-satunya gol Aceh United diciptakan oleh Syahrizal jelang pertandingan berakhir.

Pelatih Persiraja, Akhyar Ilyas mengatakan, laga bertajuk derby di mana pun di dunia pasti berlangsung panas. Ia menilai hal itu sesuatu yang wajar dalam sepak bola, apalagi rivalitas dua klub.

“Karena di mana-mana, yang namanya pertandingan derby pasti panas, di seluruh dunia pun panas, tetapi masih dalam kontrol,” ujar Akhyar. []