Home / ACEH / Bupati Ini Berkantor di Kandang Ayam

Bupati Ini Berkantor di Kandang Ayam

Akmal Ibrahim, SH. (Dokumentasi Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Menjadi seorang kepala daerah dan berhasil menjadi pemimpin di sebuah kabupaten tentu merupakan impian dari sebagian banyak orang.

Namun siapa sangka, ada bupati yang sama sekali tidak terlalu ambil pusing dengan segala fasilitas, pendapatan maupun keuntungan yang didapatkan dengan status jabatan bupati yang kini sedang diembannya.

Adalah Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim, SH, yang seolah mampu hidup dengan menafikan diri sebagai orang nomor satu di wilayah yang dijuluki Negeri Breuh Sigupai itu.

Akmal bahkan mengakui kalau dia tidak banyak menghabiskan waktu di kantor tetapi lebih meluangkan waktunya di luar sembari mengurusi berbagai usaha yang kini sedang dirintisnya.

“Saya jarang ke kantor, kecuali jika memang dibutuhkan. Kalau masalah administrasi atau surat menyurat, sering di luar kantor bahkan lebih sering di kandang ayam,” kata Akmal kepada Klikkabar.com, Kamis (11/10/2018).

Baca Juga: PT Bumi Flora dan Kematian Gajah yang Terulang

Nasib Kawasan Ekosistem Leuser Kian Kritis

Jalan-jalan ke Kawasan Ekosistem Leuser Via Google Earth

Akmal yang pernah lama aktif di dunia jurnalistik itu juga mengatakan, hal ini bukan lah sebuah aib baginya karena seluruh masyarakat Aceh Barat Daya mengenal dirinya sebagai sosok yang sangat jarang bisa dijumpai di kantor.

“Urusan pemerintahan, kita sudah punya tupoksi masing-masing. Ya ibaratnya semacam sudah auto-pilot, makanya saya sebagai bupati lebih memilih aktif di luar dan bisa leluasa berinteraksi dengan publik,” tutur Akmal.

Lulusan Ilmu Hukum Universitas Syiah Kuala Banda Aceh ini mengakui kesibukan di dunia peternakan, perikanan dan perkebunan yang banyak menyita waktunya, juga tanpa meniadakan kepedulian terhadap masyarakat Abdya selain bisa meraih sukses dari usaha-usaha yang kini sedang digelutinya.

Justru dengan pemberdayaan masyarakat dengan peningkatan ketiga bidang tersebut, masyarakat dikatakannya bisa sedikit mandiri serta taraf ekonomi masyarakat lebih maju dan sejahtera.

“Banyak masyarakat yang kita berdayakan agar mampu memanfaatkan lahan yang ada. Tujuan kita, masyarakat bisa sejahtera dengan pemberdayaan ekonomi yang kita jalankan,” pungkas Akmal.

Baca Juga: YOSL-OIC dan Para Pejuang Restorasi di Gayo Lues

3 Kunci Sukses ASN Menurut Bupati Rocky

Menguak Kerusakan Suaka Margasatwa Rawa Singkil