Home / BERITA TERBARU / 5 Ciri Anda Adalah Hoarder

5 Ciri Anda Adalah Hoarder

KLIKKABAR.COM, JAKARTA: Hoarding adalah kesulitan membuang barang kepunyaan, tanpa peduli nilai barang tersebut.  Seorang hoarder akan memiliki banyak barang dan menyimpan barang secara berantakan sehingga bertumpuk dan sulit dirapikan.

Hoarding dapat menimbulkan efek negatif pada pelaku hoarding―dikenal dengan hoarder―dan anggota keluarganya, terutama yang tinggal satu rumah. Efek ini bisa berkaitan dengan faktor emosional, fisik, sosial, finansial, dan bahkan legal.

Kebiasaan hoarding dianggap bermasalah jika jumlah barang yang tidak dibuang hingga mengganggu kehidupan sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup anggota keluarganya.

Dikutip dari klikdokter, kebiasaan hoarding itu sendiri seringkali berhubungan dengan masalah pada kesehatan jiwa, seperti depresi berat, masalah psikotik (seperti schizofrenia), dan obsessive compulsive disorder (OCD). Saat ini, hoarding bahkan digolongkan sebagai gangguan cemas (anxiety disorder) dan merupakan bagian dari gejala OCD.

Ciri-ciri hoarder

Apakah setiap orang yang suka menumpuk barang bisa dikatakan hoarder? Tidak juga. Kebiasaan hoarding berbeda dengan kebiasaan mengoleksi barang. Bagi kolektor, barang koleksinya menjadi sumber kebanggaan sehingga disusun rapi. Kolektor mengalokasikan waktu dan dana untuk menambah koleksinya.

Sementara hoarder, barangnya  sering kali mendatangkan rasa malu, tersimpan berantakan di seluruh rumah, dan dapat menyebabkan kesulitan finansial.

Menyimpan barang yang sering kali dianggap tidak bernilai

Barang yang disimpan hoarder dianggap tidak bernilai bagi orang lain. Contoh barang yang seringkali disimpan adalah koran, majalah, kantung kertas dan plastik, boks karton, foto, peralatan rumah tangga, makanan, pakaian, dan lainnya.

Pada kasus tertentu, seseorang bisa melakukan hoarding binatang―yaitu memiliki banyak hewan peliharaan daripada yang mampu dirawat secara aman dan efektif.

Kesulitan mengorganisir barang dan membuat keputusan

Bagi hoarder, barang kepunyaannya dianggap bernilai dan mungkin akan digunakan di kemudian hari. Oleh karena itu, hoarder kesulitan untuk memilah barang mana yang perlu disimpan dan dibuang.

Sangat terikat dengan barang kepunyaannya

Hoarder biasanya marah jika seseorang mencoba membuang dan merapikan barang-barangnya. Bahkan, hal sederhana seperti menyentuh atau memindahkan tumpukan barangnya bisa membuat seorang hoarder marah.

 

Memiliki kualitas hidup yang buruk

Tumpukan barang-barang yang terus disimpan akan membuat rumah menjadi tidak fungsional. Dalam berbagai kasus, barang yang menumpuk begitu banyak membuat orang menjadi tidak bebas begerak di dalam rumah.

Sering kali, barang yang menumpuk tidak dapat dibersihkan sehingga menimbulkan higienitas rumah yang buruk. Tentunya, hal ini bisa menimbulkan masalah kesehatan. Hoarder juga dapat mengeluarkan dana terus-menerus untuk membeli berbagai barang sehingga bisa saja terlilit masalah keuangan.

Memiliki hubungan yang buruk dengan keluarga dan teman

Keluarga dan teman terdekat mungkin berusaha membantu hoarder untuk membereskan barang-barangnya. Namun hal ini malah menimbulkan masalah akibat keterikatan hoarder dengan barang-barang tersebut.

Hoarder dapat memilih untuk mengisolasi diri dari lingkungannya ketimbang menjalani konfik terkait barangnya. Di sisi lain, hoarder biasanya malu akan kondisi rumahnya, jadi menolak menerima tamu.