Home / ACEH / HIV/AIDS di Aceh 137 Kasus

HIV/AIDS di Aceh 137 Kasus

Ilustrasi.

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Dinas Sosial Provinsi Aceh mengajak seluruh masyarakat Aceh menghilangkan stigma buruk dan sikap diskriminatif terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Demikian sebut Kepala Dinas Sosial Aceh Drs Alhudri MM yang dibacakan Ketua Panitia Acara, M. Nasir ST MM dalam pembukaan sosialisasi pencegahan dan penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial khususnya bagi ODHA.

“Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Aceh, sepanjang Tahun 2017 ditemukan 137 kasus diantaranya,  HIV 55 kasus dan AIDS 82 kasus. Rinciannya, di Banda Aceh 26 kasus, menyusul Aceh Utara 19 kasus, Aceh Timur 6 kasus dan Bireuen 8 kasus,” sebut Nasir  di Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, Jumat (5/10/2018).

Menurut Nasir,  epidemi HIV/AIDS di Indonesia sudah lama dan diduga masih berkepanjangan karena masih terdapat faktor-faktor yang memudahkan penularan penyakit ini.

Sementara itu, jumlah orang yang terjangkit HIV/AIDS sangat sulit diukur dan masih belum diketahui keadaan sesungguhnya secara tepat.

Pada perkembangannya, penyakit ini berdampak bukan hanya di bidang kesehatan saja tapi juga mempunyai implikasi sosial dan ekonomi yang luas. Sebab kata Nasir, penderitaan bukan saja diderita oleh orang yang tertular HIV/AIDS tetapi juga dirasakan oleh keluarga dan masyarakat.

“Peran pemerintah sangat besar terhadap penanganan HIV/AID, sebab pemerintah adalah pemegang kendali terhadap stabilitas dalam kelompok masyarakat, selain itu pemerintah memiliki kekuatan melalui kebijakan yang dibuat sebagai upaya pencapaian tatanan sosial yang sehat dan dinamis,” katanya.

Nasir menambahkan, melalui kebijakan Pemerintah Aceh dalam merealisasikan program Aceh Hebat akan melakukan berbagai upaya pencegahan, pengobatan serta rehabilitasi terhadap penderita HIV/AIDS.

Kegiatan yang diikuti 100 orang peserta dari TKSK, PSM, dinas sosial kabupaten/kota, tanaga kesehatan, lembaga yang menangani ODHA dan tokoh masyarakat itu menghadirkan pemateri dari dr Zulfikri (Dinas Kesehatan), Tuti Mahyani (Konselor), Sumarno Sri Wibowo AKS.,MM (dari Balai Rehabilitasi ODHA Medan). Sementara pemateri di kegiatan Aceh Tamiang, Jullaman, SKM.M.Epid (Dinas Kesehatan) dan Muhammad Fajar, MA.