Home / BERITA TERBARU / Ketua DPR: BPJS Jangan Rugikan Tenaga Kesehatan

Ketua DPR: BPJS Jangan Rugikan Tenaga Kesehatan


KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) memperhatikan keluhan dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) terkaitnya rendahnya kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Saat ini, para dokter gigi yang menerima pasien BPJS, hanya diberikan dana kapitalisasi Rp 2.000 per bulan per pasien BPJS.

“Melalui Komisi IX yang membidangi kesehatan, DPR RI akan memperjuangkan aspirasi dari kawan-kawan dokter gigi. Prinsipnya, jangan sampai niat baik penyelenggaraan BPJS malah merugikan tenaga kesehatan,” ujar Bamsoet saat menerima pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) di ruang kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Rabu (19/09/18).

Politisi Partai Golkar ini menyampaikan, para dokter gigi yang tergabung dalam PDGI pada prinsipnya tidak terlalu mempermasalahkan kecilnya dana kapitasi. Namun, jangan sampai pengabdian yang diberikan para dokter gigi, justru malah merugikan diri sendiri.

Dari perhitungan awal PDGI, setiap dokter setidaknya harus mengeluarkan Rp 200 ribu untuk melayani setiap pasien yang berobat. Perhitungan tersebut berdasarkan pemakaian alat dan utilitas lainnya, diluar jasa praktek dokter.

“Para dokter gigi mengabdikan diri menjadi dokter bukan semata untuk mencari keuntungan materi. Namun, juga menjadi pendamping masyarakat dalam memperoleh kesehatan. Karenanya, negara perlu pula memberikan perhatian yang layak kepada mereka,” terang Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menjelaskan, jika hitungan dari PDGI bahwa setiap dokter gigi yang ikut program BPJS mengalami kerugian, maka perlu dicari penyelesaian yang tidak merugikan kedua pihak. Salah satu solusi yang ditawarkan PDGI dengan menaikan dana kapitasi dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.000.

Bisa pula dipertimbangkan menggunakan sistem fee claim atau cost sharing dengan beban pembiayaan bisa didiskusikan lebih lanjut antara BPJS dengan organisasi profesi.

“DPR RI akan coba kaji lebih lanjut dengan BPJS, organisasi profesi kedokteran, Kementerian Kesehatan maupun kementerian lembaga lainnya. Saya yakin jika kita duduk bersama, tak ada persoalan yang tak bisa diselesaikan,” kata Bamsoet.

“Informasi dari BPJS, sampai akhir Desember 2017 total biaya kapitasi FKTP yang dikeluarkan untuk dokter gigi sudah mencapai Rp 139 miliar. Memang dari segi pengelolaan, masih banyak yang perlu dibenahi oleh BPJS. Karena itu DPR RI selalu mengkaji berbagai langkah pembenahan. Namun demikian, saya menghimbau para dokter jangan mengendurkan semangat pengabdian dalam melayani kesehatan masyarakat,” pungkas Bamsoet.

Baca Juga: DKR Minta Jokowi Ganti Direksi BPJS

70 Juta Penduduk Indonesia Belum Terdaftar di BPJS

Gagas Universitras Perwira Purbalingga, Ini Harapan Bamsoet