Home / ACEH / Bakal Cawapres: Ekonomi Syariah Indonesia Masih Perlu Digenjot

Bakal Cawapres: Ekonomi Syariah Indonesia Masih Perlu Digenjot

KH Ma’ruf Amin (kanan) usai mengisi kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah, Rabu (19/9/2018). (Muhammad Fadhil/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Ketua Majelis Ulama Indonesia, Prof KH Ma’ruf Amin mengatakan, keuangan syariah di Indonesia sudah tercapai sesuai diharapkan, tetapi masih perlu digenjot lagi.

Hal ini disampaikan Ma’ruf kepada wartawan usai mengisi kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Rabu (19/9/2018).

“Secara perundang-undangan (ekonomi syariah di Indonesia) sudah (tercapai sesuai diharapkan),” kata KH Ma’ruf yang juga Bakal Cawapres pada Pilpres 2019 mendatang.

Kata KH Ma’ruf, pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia juga didukung oleh organisasi-organisasi seperti Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Di sisi lain, kata KH Ma’ruf, untuk mencapai target pertumbuhan, sektor-sektor pasar masih perlu digenjot, di mana saat ini masih berada di bawah 10 persen. Jumlah itu, kata KH Ma’ruf, tak sebanding dengan pasar di Indonesia yang lebih dari 50 persen.

“Karena itu bagaimana pasar ini digenjot,” ujar dia.

Selain itu, sambung KH Ma’ruf, saat ini juga sudah dibentuk Komisi Keuangan Syariah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Hal ini juga didukung oleh Presiden Joko Widodo.

“Memang kita belum tercapai (target ekonomi syariah di Indonesia) tapi kita optimis di masa yang akan datang (tercapai),” terang KH Ma’ruf. []