Home / BERITA TERBARU / Armada Perang NATO Dekati Suriah

Armada Perang NATO Dekati Suriah

Foto:Antonio Parrinello/REUTERS.

KLIKKABAR.COM, IDLIB – Angkatan Laut NATO mulai bertumpuk di Mediterania Timur di saat Amerika Serikat, Inggris dan Prancis bersiap melakukan serangan terbaru terhadap Suriah karena dicurigai akan melakukan serangan senjata kimia di Provinsi Idlib.

Kapal perang dari Standing Maritime Group 2 NATO seperti dilansir dari Sindonews sedang berpatroli di perairan Mediterania Timur dan bergerak lebih dekat ke pantai Suriah. Situs-situs Barat yang memantau aktivitas angkatan laut NATO di Laut Mediterania juga mengkonfirmasi pergerakan kapal-kapal perang tersebut.

Armada NATO yang berlayar di lepas pantai Suriah dilaporkan terdiri dari fregat Belanda; De Ruyter, fregat Kanada; Ville de Quebec, dan kapal penjelajah Yunani, Elli. Menurut laporan Sputnik, Senin (17/9/2018), informasi itu telah dikonfirmasi oleh kapten kapal fregat Belanda di microblog-nya.

Menurut laporan sebelumnya, kapal selam AS kelas Los Angeles; USS Newport News, yang dipersenjatai dengan rudal jelajah Tomahawk juga telah memasuki Laut Mediterania untuk bergabung dengan gugus tugas Angkatan Laut AS yang terdiri dari dua kapal selam nuklir dengan rudal jelajah dan dua kapal kelas Arleigh Burke, USS Carney dan USS Ross.

Baru-baru ini, militer Rusia mengatakan bahwa para militan sedang mempersiapkan untuk menggunakan senjata kimia di Idlib yang kemudian dituduhkan kepada rezim Suriah dengan tujuan dijadikan alasan bagi AS dan sekutunya untuk menggempur rezim Suriah yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad.

AS, Inggris, dan Prancis pernah melakukan serangan udara besar-besaran dan terkoordinasi di Suriah pada bulan April 2018. Serangan kala itu atas tuduhan bahwa rezim Assad melakukan serangan senjata kimia di Douma seperti dilaporkan kelompok relawan White Helmets. (Sindonews)

Baca Juga: Rudal Serang Suriah, Netanyahu: Garis Merah Kami Tajam

AS Dituding Bantu Kejar Kepentingan Israel di Suriah

Hayat Tahrir, Jihadis Terkuat Bagi Suriah dan Rusia