Home / ACEH / Para Peselancar Dunia Dipeusijuk

Para Peselancar Dunia Dipeusijuk

Peselancar dunia menjalani prosesi peusijuk pada pembukaan Aceh Internasional Surfing Championship (AISC) ke IV di Pantai Matanurung, Sabtu (1/9/2018). (Istimewa)

KLIKKABAR.COM, SIMEULUE – Sebelum turun ke laut untuk melakukan surfing, para peselancar dunia dilakukan Peusijuk (tepung tawar). Peusijuk umumnya dilakukan masyarakat Aceh sebagai bentuk syukur terhadap keselamatan dan kesuksesan setiap yang ingin diraihnya.

Prosesi tepung tawar terhadap para peselancar yang berasal dari 14 negera di dunia dilakukan oleh Wakil Bupati Simeulue, Afridawati dan Azizah Nur perwakilan dari Disbudpar Aceh.

Selain peusijuek, juga disuguhkan berbagai tarian tradisional Simeuelue, seperti tarian pemulia jamee, debus dan nanadong yang diiringi biola dan gendang.

Ketua Word Surf Surf (WSL), Steave Robenson mengaku sangat senang berselancar di pantai-pantai Simeulue karena memiliki ombak yang bagus.

“Ombaknya bagus dan pantainya alami. Kami senang bermain di lokasi yang alami,” kata Steave Robenson saat memberi sambutan pada pembukaan Aceh Internasional Surfing Championship (AISC) ke IV di Pantai Matanurung, Sabtu (1/9/2018).

Dia mengaku senang karena setiap tahun ada AISC digelar di Kabupaten Simeulue. Ia berharap agar even serupa bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya.

“Kami mengagumi lokasi surfing di wilayah pantai Kabupaten Simeulue. kami datang ke sini untuk berselancar, kami ingin cepat cepat bisa turun ke laut,” kata dia. []