Home / BERITA TERBARU / Kadis Sosial NTB: FPI Akan Cari Penyebar Berita Hoax

Kadis Sosial NTB: FPI Akan Cari Penyebar Berita Hoax

KLIKKABAR.COM, LOMBOK- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi menjawab media ini terkait issu aksi kristenisasi disejumlah pos pengungsian korban gempa, salah satunya di posko  Kayangan, Lombok.

Gubernur mengisyaratkan bahwa aksi tersebut belum terbukti benar adanya, pria yang kerap disapa Tuan Guru Bajang ini kemudian mengirim sebuah video hasil musyawarah tim Pemprov NTB dengan Front Pembela Islam (FPI) yang bertempat di posko Kayangan.

Usai pertemuan yang berlangsung Sabtu 25 Agustus 2018, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB Ahsanul Halik menyampaikan pernyataan terkait kabar adanya misionaris atau pelaku pemurtadan di lokasi gempa Lombok, NTB.

“Silaturahim kami untuk mencari informasi yang jelas tentang adanya isu misionaris di pos-pos pengungsian yang ada di Lombok Utara. Hasil silaturahim kami dengan saudara-saudara kami dari FPI, mereka memberitahukan kepada kami bahwa, mereka tidak pernah mengeluarkan pernyataan terkait dengan adanya misionaris di pos-pos pengungsian yang ada di Lombok Utara.” katanya.

Lebih lanjut Ansanul menyebutkan, FPI akan melakukan penelurusan informasi terkait siapa yang mengunggah dan menyebar isu pemurtadan tersebut.

“Saudara-saudara kita dari FPI juga sedang mencari informasi yang lebih dalam tentang siapa yang menyebarkan isu tentang adanya misionaris dan siapa yang mengatasnamakan FPI di media sosial yang saat ini berkembang di tengah-tengah masyarakat.” lanjutnya.

“Kami dari pemerintah berterima kasih kepada saudara-saudara dari FPI. Mereka akan mengawal terus misi kemanusiaan dalam menangani kebencanaan di Pulau Lombok ini. Terima kasih atas nama masyarakat Nusa Tenggara Barat.” pungkasnya.

Sebelumnya, Pasca musibah Gempa yang memporak-poranda Provinsi Nusa Tenggara Barat(NTB), bereda issu kristenisasi di sejumlah tenda pengungsian di daerah tersebut.

Namun, pesan berantai itu ternyata hanya Hoax semata, oleh karena itu, masyarakat tidak perlu resah dengan beredarnya pesan tersebut. Baca: Aksi Kristenisasi di NTB Ternyata Hoax