Home / BERITA TERBARU / Ekonomi Syariah Mulai Dikembangkan di Bali

Ekonomi Syariah Mulai Dikembangkan di Bali

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (internet)

KLIKKABAR.COM, DENPASAR – Lebih dari 50 persen struktur perekonomian di Bali didukung sektor pariwisata. Manager Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, Hery Catur Wibowo menyebut sebagian besarnya juga dinikmati wisatawan dan aktivitas wisata berkonsep syariah.

Hal ini dikatakan Hery dalam Pelatihan Ekonomi dan Keuangan Syariah bagi Asatidz Asatidzah Provinsi Bali di Kota Denpasar, Sabtu, 25 Agustus 2018.

“Jumlah wisatawan yang datang ke Bali setiap tahunnya rata-rata 10-11 juta jiwa dan enam juta jiwa di antaranya adalah wisatawan domestik yang sangat dengan konsep syariah,” kata Hery, dikutip dari Republika.co.id.

Dia mengatakan mayoritas populasi penduduk Indonesia adalah Muslim dan termasuk tertinggi di dunia. Populasi Muslim di dunia diestimasi dua miliar jiwa dari total enam miliar jiwa total populasi dunia.

Dari jumlah tersebut, 20 persen total populasi Muslim terlibat dalam industri keuangan (bankable). Sebanyak 25 persen dari mereka yang bankable dan Muslim tertarik masuk dalam keuangan syariah atau setara 100 juta nasabah Muslim.

Kondisi di atas memicu berkembangnya industri keuangan syariah. Hery mengatakan jika jumlah nasabah Muslim yang bankable meningkat dua kali lipat menjadi 200 juta jiwa, maka total potensi keuangan syariah bisa meningkat dua kali lipat setara 5,7 triliun dolar AS.

Total aset keuangan syariah di Indonesia menempati posisi ketujuh dunia, berdasarkan data Thompson Reuters dengan jumlah aset 81 miliar dolar AS. BI, kata Hery mengawasi secara makroprudensial bidang perbankan, termasuk keuangan syariah.

Kegiatan pelatihan ekonomi dan keuangan syariah untuk para ustaz dan ustazah di Bali telah dan akan dilaksanakan di daerah lainnya, seperti Jakarta, Mataram, Batam, dan Riau. Para guru mengaji yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Taman Pendidikan Quran (TPQ) ini dilibatkan untuk mensyiarkan ekonomi syariah lebih luas di masyarakat. []