Home / ACEH / Rumah Sempit, Anak Asmiati Tidur di Meunasah

Rumah Sempit, Anak Asmiati Tidur di Meunasah

Rumah milik Asmiati, Warga Durung, Kecamatan Mesjid Raya,Aceh Besar.Foto: Muhammad Fadhil/Klikkabar.com

KLIKKABAR.COM, ACEH BESAR- Namanya Asmiati istri dari Sulaiman, seorang nelayan asal desa Durung, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Asmiati sendiri sudah kurang sehat akibat kecelakaan yang membuat pinggangnya sudah kurang sehat.

“Dulu saat saya masih sehat, masih bisa saya menjadi tukang cuci, sekarang saya sudah tidak sanggup lagi, hanya bisa jualan kecil kecilan di kios,” ujarnya kepada Klikkabar.com saat disambangi rumahnya oleh media ini.

Sulaiman hanya berprofesi sebagai nelayan biasa, namun tak menentu rezeki yang didapatkan, terlebih lagi musim angin yang memang total tidak bisa melaut.

Bangunan yang berukuran kecil berdinding papan sebagai rumah tempat ia berteduh, bermodal satu kamar tidur dan kasur yang sudah lusuh, disinilah mereka menjalani hari-hari. Pasangan Asmiati-Sulaiman sudah dikaruniai 4 orang anak, sehingga berjumlah 6 orang dalam keluarga ini.

Ruang tamu dan dapur untuk masak adalah satu ruang, Asmiati tidak bisa berbuat banyak melainkan terus berdoa agar ada para donatur yang mau membantunya.

“Anak saya yang laki-laki kadang tidur di Meunasah (Musalla), kadang ditempat saudara,” begitu pengakuannya.

Wajar saja, untuk ukuran 6 orang, tidak muat untuk merebahkan badan mereka beristirahat.

“Sudah pernah saya bikin proposal untuk saya ajukan permohonan ke pemerintah, namun tidak ada jawaban apapun, dan itu sudah berlangsung lama,” katanya.

Begitu juga bantuan lainnya, keluarga Asmiati tidak pernah tersentuh, bantuan beasiswa di sekolah anaknya juga baru didapat ketika hampir lulus sekolah MIN, itupun karena sudah didatangi berungkali guna memohon agar para guru memberikan beasiswa untuk anaknya.

“Bahkan, dana bantuan PKH juga tidak pernah saya terima,” sambung Asmiati.

Saat ini, rumah berukuran kecil itu dibangun ditanah milik orangtua yang berada tidak jauh dengan rumah orangtuanya.

Lantas apa komentar dan harapan Asmiati kepada pihak terkait. “Saya berharap kepada pihak pemerintah agar sudi kiranya turun dan melihat langsung kondisi masyakat, termasuk saya,” tutupnya.