Home / BERITA TERBARU / Beredar Tulisan SBY Dukung Jokowi, Ini Kata Demokrat

Beredar Tulisan SBY Dukung Jokowi, Ini Kata Demokrat

KLIKKABAR.COM, JAKARTA- Hiruk pikuk deklarasi penentuan capres dan cawapres 2019 akhirnya selesai, dengan melahirkan dua pasangan, yakni Jokowi – KH Ma’ruf Amin dan Prabowo – Sandiaga Uno.

Di tengah-tengah deklarasi Prabowo dan Sandiaga malam tadi, beredar informasi secarik kertas yang mirip tandatangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang berisi dukungan untuk Jokowi dan KH Ma’ruf Amin.

“Demi kepentingan bangsa dan negara, Saya SBY dan Partai Demokrat sepakat untuk mendukung pasangan Bapak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019” demikian tulisan yang ditulis tangan di secarik kertas tersebut.

Namun Ketua Divisi Komunikasi Publik PD Imelda Sari membantah surat tersebut ditulis oleh SBY.

Dilansir dari Detik, Imelda mengatakan isi surat tersebut merupakan berita bohong. Dia mengatakan seharian ini SBY ada di Kuningan, Jakarta. Sehingga tidak logis jika surat tersebut ditulis SBY. Di dalam tulisan tangan tersebut, memang lokasi yang dituliskan ialah Cikeas.

Sebelumnya SBY dan Prabowo sudah bertemu membicarakan koalisi Demokrat dan Gerindra, namun dalam deklarasi Prabowo – Sandiaga tidak terlihat pihak daru Partai Demokrat di tempat deklarasi.

“Pimpinan dari 3 parpol, PKS, PAN, dan Partai Gerindra telah memutuskan dan memberi kepercayaan kepada saya Prabowo Subianto dan Saudara Sandiaga Salahudin Uno untuk maju sebagai capres dan cawapres RI untuk masa bakti 2019-2024,” kata Prabowo dalam deklarasi tersebut.

Sementara itu, beberapa jam sebelum deklarasi Prabowo – Sandiaga, Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan bahwa Partai Demokrat membuka dua opsi. Pertama, kembali ke komitmen/janji Prabowo yang meminta AHY cawapres karena elektabilitas tertinggi di semua lembaga survei, dan opsi kedua, mencari figur alternatif untuk dibicarakan bersama koalisi. Figur yang dipilih harus dengan pertimbangan bisa mengalahkan Jokowi-Ma’ruf Amin. Jelas Andi Arief seperti dilansir dari Detik.

Ia juga menambahkan, Partai Demokrat besok pagi akan menyatakan sikap terhadap kelanjutan dalam koalisi tersebut, karena menurut aturan tidak boleh netral.