Home / ACEH / Empat Gajah Sumatera Meriahkan Parade PKA 7

Empat Gajah Sumatera Meriahkan Parade PKA 7

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, S.Hut, M.Si. (Foto: Zamzami Ali/Klikkabar)

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, S.Hut, M.Si. (Foto: Zamzami Ali/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Empat ekor Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) akan memeriahkan rangkaian pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) Ke-7 di Kota Banda Aceh.

Keempat ekor gajah yang akan memeriahkan pagelaran seni dan budaya terbesar di Aceh itu antara lain yakni, Marni dan Mega (gajah betina) yang didatangkan dari Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Sare, Aceh Besar.

Kemudian dua lainnya yaitu Aziz, gajah jantan yang didatangkan dari CRU Sampoiniet serta Rahmat, gajah jantan yang didatangkan dari CRU Peusangan.

Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo, kepada Klikkabar.com mengatakan, keempat ekor gajah jinak itu nantinya akan mengikuti pawai untuk memeriahkan PKA ke-7.

Kehadiran keempat ekor gajah jinak ini diharapkan bisa menumbuhkan semangat konservasi dan kecintaan masyarakat Aceh terhadap gajah Sumatera yang saat ini dilindungi oleh undang-undang karena populasinya kini kian kritis akibat terus diburu serta dibunuh.

“Rute awal, rencananya akan mengambil start di Lapangan Blangpadang, melintasi Taman Sari – Pendopo Gubernur Aceh – Masjid Raya Baiturrahman – Jl. Diponegoro lalu finish di Lapangan Blangpadang,” kata Sapto Aji Prabowo, Minggu, 5 Agustus 2018.

Pembukaan secara resmi PKA ke-7 seperti yang telah dijadwalkan sebelumnya, akan berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh pada Minggu, 5 Agustus 2018 malam nanti.

Presiden Joko Widodo yang digadang-gadang akan membuka secara resmi PKA ke-7 ternyata dipastikan tidak akan hadir sehingga akan diwakili oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy.

Baca Juga: Kisah Gajah Tyke, Mati Setelah Diterjang 86 Peluru

PT Bumi Flora dan Kematian Gajah yang Terulang

Yuk, Jalan-jalan ke Kawasan Ekosistem Leuser Via Google Earth

Menguak Kerusakan Suaka Margasatwa Rawa Singkil