Home / BERITA TERBARU / Netanyahu ke Putin: Israel akan Terus Serang Suriah

Netanyahu ke Putin: Israel akan Terus Serang Suriah

Salah satu potret kehancuran di Suriah. (Foto: Istimewa)

Salah satu potret kehancuran di Suriah. (Foto: Istimewa)

KLIKKABAR.COM – Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa militernya akan terus menyerang wilayah Suriah. Targetnya adalah aset-aset militer Iran.

Perdana Menteri Israel tersebut mengatakan hal itu melalui kontak telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang sejatinya adalah sekutu utama Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Dilansir dari Sindonews, kantor Perdana Menteri pada 20 Juli 2018 menulis hasil percakapan telepon itu di Twitter @IsraelPM.

“Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Keduanya membahas perkembangan regional dan situasi di Suriah. Perdana Menteri Netanyahu mencatat bahwa Israel akan terus bertindak menentang pembentukan kehadiran militer Iran di Suriah,” tulisnya.

Tel Aviv telah berulang kali memperingatkan Iran untuk tidak meningkatkan kehadiran militernya di Suriah dan telah melancarkan beberapa serangan mematikan terhadap apa yang diklaim sebagai posisi dan fasilitas Iran dan Hizbullah di Suriah.

Pada 11 Juli lalu, Netanyahu mengaku mendesak Putin untuk mendorong pasukan Iran agar hengkang dari Suriah. Desakan itu disampaikan saat keduanya bertemu di Kremlin.

Putin telah berusaha mempertahankan hubungan dekat dengan Iran dan Suriah. Namun, dia juga mengembangkan hubungan lebih dekat dengan Netanyahu dan Israel.

Percakapan telepon Netanyahu dan Putin terjadi empat hari setelah pemimpin Rusia itu bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Helsinki. Trump mengatakan pada konferensi pers bersama Putin bahwa Suriah dan keamanan Israel termasuk di antara banyak topik mereka diskusikan.

Presiden AS itu pada 19 Juli mengatakan di Twitter bahwa dia menantikan pertemuan kedua dengan Putin. “Untuk melaksanakan beberapa dari banyak hal yang dibahas, termasuk keamanan bagi Israel,” tulis Trump.

Iran dan Rusia mendukung Presiden Assad dalam perang sipil Suriah selama tujuh tahun terakhir. Sedangkan AS mendukung pemberontak yang ingin menggulingkan rezim Assad.