Home / BERITA TERBARU / Momen Jokowi Sentil Para Pengkritik

Momen Jokowi Sentil Para Pengkritik

Presiden Joko Widodo. (Antara Foto)

Presiden Joko Widodo. (Antara Foto)

KLIKKABAR.COM – Presiden Joko Widodo sering mendapat kritikan tajam mengenai kebijakan-kebijakannya. Kritikan itu datang dari berbagai pihak, tak terkecuali para politikus.

Nah, berikut beberapa komentar bernada sentilan dari sosok yang akrab disapa Jokowi itu seperti dilansir Merdeka.com.

Politikus Kompor

Jelang Pemilu 2019, Jokowi mengingatkan masyarakat tidak terpengaruh dengan segala ucapan para politikus. Sebab di tahun politik ini, ada politikus yang suka membuat panas situasi bangsa.

“Sering kan kalau mendekati pilihan bupati, wali kota, gubernur, presiden, dikompori. Yang ngompori siapa? Ya para politikus,” kata Jokowi saat pidato di Pondok Pesantren (Ponpes) An-Najah, Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (14/7) lalu.

Masyarakat diminta pintar saat memilih pemimpin, salah satunya dengan melihat rekam jejak calon pemimpin itu.

Politikus Masih Bawa Isu Lama

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyentil jika saat ini masih ada politikus yang masih membawa-bawa isu yang sudah berlalu tiga hingga empat tahun lalu.

“Masa sudah tiga tahun, empat tahun masih dibawa-bawa urusan pilpres, pemilihan gubernur, pemilihan bupati, wali kota. Itu yang pintar politikusnya,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Bedakan Kritik dan Nyinyir

Sejumlah politikus cukup gemar mengkritik pemerintahan Jokowi. Berbagai kebijakan yang telah dijalankan Jokowi tak luput dari kritikan pedas politikus.

Jokowi mengatakan jika kritik sangat lah penting bagi pemerintah. Sebab, apa yang dijalankan pemerintah selama ini belum tentu benar. Akan tetapi Jokowi menegaskan kritik itu sifatnya beda dengan mencemooh, apalagi dengan sikap nyinyir.

“Tolong dibedakan kritik dengan mencela, kritik dengan mencemooh, itu beda. Kritik dengan nyinyir itu beda lagi. Kritik dengan memfitnah apalagi, beda,” timpalnya.

Jangan Munculkan Pesimisme dan Nyinyir

Presiden Jokowi juga meminta para pihak untuk tidak terus mengumbar pesimisme dan sindiran kepada pemerintah. Saat ini pemerintah sudah mendapatkan kepercayaan besar, bahkan dari dunia internasional sehingga harus digunakan sebaik-baiknya.

“Jangan yang dimunculkan pesimisme, nyinyir-nyinyir, kepercayaan sudah jelas dilihat dari survei, makanya yang harus kita munculkan sebuah optimisme negara ini ke depan akan lebih baik,” ujar Jokowi beberapa waktu lalu.