Home / ACEH / Oknum Ustadz Penipu Jemaah Asal Sumut Ditangkap di Lhoksumawe 

Oknum Ustadz Penipu Jemaah Asal Sumut Ditangkap di Lhoksumawe 

KLIKKABAR.COM, LHOKSEUMAWE- Sat Reskrim Polres Lhokseumawe mengamankan seorang oknum ustadz mualaf asal Sumatera Utara karena melakukan penipuan, Selasa kemarin. Ustad tersebut yakni MS atau dikenal dengan ustad Syafi Pasaribu (28), warga Seulawan, Kecamatan Kisaran Timur, Asahan, Sumatera Utara.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim, AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan, yang bersangkutan diamankan atas informasi dari masyarakat yang mengatakan ada seorang ustad mualaf yang menipu jemaah dakwah di Masjid Baiturrahman dan Masjid Al Azhar, Gampong Pusong, Lhokseumawe.

“Menurut laporan yang dibuat masyarakat, yang bersangkutan selaku penceramah meminta sumbangan kepada jemaah dengan tujuan untuk membeli Alquran yang nantinya akan diserahkan kepada para mualaf,” ujarnya Kamis 12 Juli 2018.

Setelah menerima informasi tersebut, personel Sat Reskrim Polres Lhokseumawe melacak keberadaan MS dan saat itu diketahui tengah berada di Masjid Islamic Center Kota Lhokseumawe karena sedang mengisi kegiatan ceramah. Saat itu pun ustad mualaf itu langsung diamankan petugas.

“Dilaporkan oleh jemaah masjid sesuai laporan bernomor LP/341/VII/2018/Aceh/Res Lhokseumawe tentang dugaan penipuan. Minggu (8/7/2018) lalu saat salat Subuh, yang bersangkutan ceramah di Masjid Al Azhar Pusong, isi ceramahnya tentang bahayanya pemurtadan, ini menurut pelapor,” ungkapnya.

Di akhir ceramah, lanjut Kasat, Ustad MS kemudian mengajak seluruh jemaah dakwah menyumbangkan dana untuk pembelian alquran yang akan disumbangkan kepada para mualaf. Ia meminta sumbangan tersebut diberikan secara langsung atau dikirim ke rekening pribadinya.

“Pada Senin (9/7/2018) pelapor berinisial TF (50) mengirim sumbangan ke rekening ustad MS senilai Rp 600 ribu melalui mobile banking. Setelah mengirim uang ke rekening tersebut, pelapor merasa curiga dan banyak informasi yang menyatakan bahwa uang sumbangan itu digunakan untuk kebutuhan pribadi,” jelasnya.

Terbukti, MS pun mengakui perbuatannya. Dari hasil pemeriksaan, MS mengaku sudah 6 bulan melakukan kegiatan ceramah sembari meminta sumbangan dengan modus ini. MS biasa beraksi dari masjid ke masjid di berbagai daerah seperti Medan, Langsa, Idi Rayeuk dan lainnya.

“Tersangka mengaku uang itu tidak dibeli alquran seperti yang dijanjikan, melainkan digunakan untuk keperluan pribadi seperti berlibur ke Bali bersama keluarga, sebagian juga dilakukan untuk membayar uang liburan ke Singapura via transfer. Selain itu untuk bayar uang Dp kredit mobil dan beli HP serta untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Budi.

Dari penangkapan ini, polisi menyita barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Kijang Innova hitam, satu unit Toyota Avanza warna putih, satu unit telepon seluler merek Samsung, uang tunai senilai Rp 9 juta, sebuah kamera, satu bandel blanko untuk para penyumbang dan selembar ATA BRI serta beberapa buku.

“Tersangka dan barang bukti masih diamankan di Mapolres Lhokseumawe guna dilakukan proses lebih lanjut,” tambah AKP Budi Nasuha Waruwu.