Home / ACEH / “Tetap Kedepankan Praduga Tak Bersalah”

“Tetap Kedepankan Praduga Tak Bersalah”

Sumber Foto: detik

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Mendagri sedih dan prihatin dengan kasus yang menimpa sahabatnya Irwandi Yusuf. Apalagi selama ini terus berkomunikasi, baik melalui SMS, Whatsapp maupun telepon langsung. Yakni untuk konsultasi kebijakan-kebijakan yang akan diambil di Pemprop Aceh. Dari perencanaan anggaran, penyusunan Peraturan Daerah hingga fungsi-fungsi pengawasan.

“Saya sedih dan prihatin, tapi apapun tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah,” ucapnya saat menyerahkan surat keputusan (SK) Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Bupati Bener Meriah Syarkawi. Nova Iriansyah menggantikan posisi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Syarkawi menggantikan posisi Bupati Bener Meriah Ahmadi.

Kepada Plt Gubernur Nova Iriansyah, Mendagri mengingatkan agar dalam mengambil kebijakan strategis senantiasa dikonsultasikan dengan Gubernur dan Mendagri. Begitu juga dengan Plt Bupati Bener Meriah Syarkawi, harus senantiasa konsultasi kepada Gubernur jika akan mengambil kebijakan strategis.

“Saya rasa penting dalam rangka konsolidasi, yang penting tidak mengganggu pelayanan masyarakat. Kami sebagai Mendagri hanya ada satu kepentingan, programs strategis Pak Jokowi harus berjalan lancar di Aceh dan Kabupaten Bener Meriah seiring dengan program prioritas di daerah.

Sekedar diketahui, Gubernur Irwandi Yusuf dan Bupati Ahmadi ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otsus TA 2018 pada Pemerintah Provinsi Aceh.