Home / ACEH / Mengenal Lebih Dekat Hendri Yuzal, Staf Khusus Irwandi Yusuf

Mengenal Lebih Dekat Hendri Yuzal, Staf Khusus Irwandi Yusuf

Staf Khusus Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal. (Foto: Facebook)

Staf Khusus Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal. (Foto: Facebook)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua kepala daerah di Aceh sebagai tersangka dalam kasus suap. Keduanya adalah Gubernur Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah, Ahmadi.

Selain dua kepala daerah tersebut, beberapa nama swasta lainnya juga ikut terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Selasa, 3 Juli 2018 lalu di Banda Aceh.

Baca: Irwandi Yusuf Bantah Terima Suap

Salah satu nama yang paling menyita perhatian publik adalah Staf Khusus Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal. Namun, siapa sebenarnya Hendri Yuzal? Berdasarkan penelusuran Klikkabar.com di jejaring LinkedIn, pria ini merupakan lulusan Universitas Diponegoro Semarang (2001-2005).

Setelah lulus dari sana, Hendri Yuzal mengawali karirnya di DesphiC Design Consultant Semarang. Tahun 2006, Hendri kembali ke Aceh dan bekerja di BRR NAD-Nias sebagai Asisten Khusus Deputi Bidang Infrastruktur, Lingkungan, dan Pemeliharaan.

Tahun 2009, Hendri bekerja sebagai Liaison Officer di Kementerian Keuangan selama 3 bulan, kemudian Hendri bekerja di Bappenas sebagai Petugas Monitoring dan Evaluasi (2009-2011).

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf saat bersama Hendri Yuzal. (Foto: Facebook)

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf saat bersama Hendri Yuzal. (Foto: Facebook)

Selanjutnya, berturut-turut Hendri bekerja sebagai Project Consultant di UNDP Banda Aceh (2012), Asisten Program R3ADY Asia-Pasific di Hawaii (2014), Konsultan Proyek di Mercy Corps Jakarta (2014) dan EU Expert on Disaster Managemen di European Commission Jakarta (2014-2016).

Dan, sejak Juli 2017 atau tepat 1 tahun lalu saat Irwandi Yusuf dilantik, master MURP lulusan University of Hawaii tahun 2014 ini resmi menjadi Staf Khusus Gubernur Aceh.

Banyak spekulasi liar yang berkembang di tengah-tengah masyarakat di Aceh pasca OTT KPK terutama karena dalam OTT tersebut, Hendri Yuzal lebih dulu ditangkap oleh Satgas KPK di salah satu kawasan di Banda Aceh.

Setelah itu, Satgas KPK bergerak ke Pendopo Gubernur dan mengamankan Irwandi Yusuf yang sedang berada disana. Hendri Yuzal lantas mengutarakan keinginannya menjadi Justice Collaborator (JC), yaitu saksi yang bekerjasama dengan penyidik dalam hal ini penyidik dari KPK dalam mengungkap kasus tersebut.

Hendri Yuzal usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK. (Antara Foto)

Hendri Yuzal usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK. (Antara Foto)

“Jadi kami nanti akan surati KPK dan memberitahu bahwa klien kami bersedia jadi justice collaborator,” kata kuasa hukum Hendri Yuzal, Razman Arif Nasution di Gedung KPK RI Jakarta, Kamis (5/7).

Menurut Razman, kliennya siap menjadi JC karena mengetahui banyak soal perkara tersebut. Baik itu soal adanya pertemuan yang terkait dengan kasus, hingga soal adanya transaksi uang.

“Dia mengetahui pertemuan Pak Gubernur dengan Pak Bupati. Tapi dia tidak mau menyebut angkanya karena takut. Bahkan, tadi dia bilang dalam OTT itu merupakan pertemuan ketiga kalinya,” jelasnya.

Baca Juga: Terkait OTT Irwandi, KPK Harus Kedepankan Azas Praduga Tak Bersalah

Ketahui Banyak Soal Perkara, Hendri akan Ajukan JC ke KPK

Ini Pasal yang Disangkakan Kepada Irwandi Cs