Home / ACEH / DPR Aceh Merasa Dilecehkan

DPR Aceh Merasa Dilecehkan

Ketua DPRA, Tgk Muharuddin (Foto: Muhammad Fadhil/ Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Muharuddin mengatakan bahwa Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf telah melecehkan lembaga DPR Aceh karena tidak menghadiri undangan sidang paripurna istimewa di Gedung DPR Aceh, Senin 4 Juni 2018.

Sidang paripurna tersebut dalam rangka mendengarkan jawaban Gubernur Aceh terhadap Hak Interpelasi DPR Aceh. Hak interpelasi adalah hak DPR Aceh untuk meminta keterangan kepada pemerintah Aceh mengenai kebijakannya selama ini.

“Ketidakhadiran dari Pemerintah Aceh untuk mewakili sidang paripurna ini baik dari gubernur, wakil gubernur, dan asisten sama sekali tidak ada yang mewakili ini kita anggap bentuk pelecehan,” kata Tgk Muhar kepada warwatan, usai sidang.

Sidang tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan. Sidang ini sejatinya berlangsung pada pukul 09.00 WIB, namun karena tidak ada satupun perwakilan dari pihak eksekutif, peserta sidang sepakat menunggu hingga pukul 11.00 WIB.

Ternyata, setelah menunggu selama dua jam, pihak eksekutif juga tak kunjung hadir. Tgk Muharuddin mengaku kecewa karena pemerintah Aceh tidak menghargai lembaga DPRA. Seharusnya, jikapun gubernur tidak bisa hadir, maka bisa diwakili oleh wakil gubernur maupun sekda serta staf ahli lainnya.

“Kami menerima informasi bahwa Pak Gubernur sedang umrah, meski begitu sidang ini seharusnya bisa diwakilkan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa DPR Aceh akan membawa permasalahan ini ke rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPR Aceh. Dalam rapat itu, pihaknya akan menyatukan persepsi untuk memutuskan bagaimana sikap DPR Aceh terhadap rapat ini.

“Untuk selanjutnya akan kita putuskan di Banmus seperti masukan dari kawan-kawan dewan (forum),” jelas Tgk Muhar.

MUHAMMAD FADHIL