Home / ACEH / Kemenag Aceh Bersinergi dengan Kapolda

Kemenag Aceh Bersinergi dengan Kapolda

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh melakukan audiensi dengan Polda Aceh bertempat ruang kerja Kapolda, Banda Aceh, Kamis 17 Mei 2018.

Pertemuan tersebut dihadiri Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H M Daud Pakeh, Kabag TU, H Saifuddin SE dan para Kabid di lingkungan Kanwil, sementara dari Polda hadir Kapolda Aceh Rio S Djambak, Wakapolda Supriyanto Tarah dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Pada pertemuan tersebut Kemenag Aceh dan Polda memperkuat kembali hubungan yang telah terjalin selama ini, seperti Program bersama “Polisi Saweu Sikula.”

Pertemuan itu juga membahas sejumlah program yang akan dilakukan antara kedua lembaga tersebut.

“Kita di Kementerian Agama memiliki 2176 penyuluh agama non PNS yang terdiri dari 8 orang tiap kecamatan, mereka siap bersinergi dengan Babin Kamtibmas dan Babinsa untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat” ujar Kakanwil.

Menurut kami, hubungan baik di tingkat kecamatan juga perlu terus dibina dan ditingkatkan dalam rangka percepatan proses pembangunan masyarakat.

“Di Kecamatan, sinergi antara elemen KUA dengan Muspika Kecamatan sangat penting dan juga butuh penguatan dari Polda Aceh,” ungkap Kakanwil.

Tujuan sinergisasi elemen di tingkat kecamatan tersebut, selain pembinaan terhadap masyarakat juga untuk mendeteksi dini persoalan-persoalan yang muncul dalam masyarakat, sehingga dapat dilakukan tindakan bersifat preventif.

Kapolda Aceh, Rio S Djambak menyambut baik adanya silaturrahmi tersebut. Ia menegaskan akan memberikan respon cepat terkait hal-hal yang meresahkan terjadi dalam masyarakat, termasuk yang berhubungan langsung dengan tugas dan fungsi Kementerian Agama.

“Kami akan mengambil tindakan cepat untuk menertibkan travel umrah yang tidak berizin dan tidak resmi yang beroperasi di Aceh. Ini perlu respon cepat untuk menghindari kerugian dan penipuan kepada masyarakat,” ujar Kapolda.

Kemenag Aceh juga siap mendukung program Kapolri “Satgas Nusantara” melalui Polda Aceh.

Selain itu, pada pertemuan tersebut kedua pimpinan lembaga berkomitmen untuk memberikan kesejukan dan kedamaian di tengah masyarakat.

Kedua lembaga tersebut juga berkomitmen menjaga netralitas tempat ibadah pada tahun politik, termasuk ketidakberpihakan para imam dan khatib terhadap praktek politik.[]