Home / ACEH / Mahasiswa Sulap Buah Keranji Jadi Sirup

Mahasiswa Sulap Buah Keranji Jadi Sirup

Buah Keranji Sebelum di olah menjadi Sirup

KLIKKABAR.COM, ACEH BESAR- Lima mahasis Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh melatih puluhan masyarakat Desa Aneuk Paya Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, pelatihan yang didanai oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI) berupa pelatihan pembuatan minuman dari buah keranji atau sirup Keranji.

Minuman Sirup Keranji tersebut berhasil diciptakan oleh mahasiswa yang tertuang dalam salah satu Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Salah satu mahasiswa Unsyiah kepada Klikkabar.com, Selasa 8 Mei 2018 mengaku, dari 62 proposal yang masuk ke Dikti, proposal kegiatan mereka yang memuat pelatihan pembuatan Sirup yang dilebelkan SERLI (Sirup Sehat Praktis dan Alami) itu berhasil meyakinkan pihak Dikti untuk mengucurkan dana guna mensukseskan pelatihan itu.

“Ini salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, dan ternyata masyarakat yang kami latih itu mengaku sangat terbantu,” ujar Lisna salah satu mahasiswa yang terlibat langsung dalam kegiatan itu.

Diketahui, pohon Keranji merupakan salah satu pohon yang berbuah secara musiman yang memiliki masa panen dua kali dalam setahun.

Buah keranji memiliki manfaat yang baik, terutama untuk kesehatan. Diantaranya dapat menurunkan tingkat kolesterol di dalam tubuh, serta obat pada gusi berdarah, sariawan.

“Mengolah buah keranji menjadi SERLI merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomis buah Keranji,
dengan adanya program kreaktivitas mahasiswa ini diharapkan mampu membantu masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengolah buah Keranji menjadi sirup sehingga menjadi sumber pendapatan baru untuk masyarakat yang ada di Desa Aneuk Paya Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar itu,” Sambung Lisna.

Mukharuddin selaku Keuchik gampong (Kepala Desa-red) desa Aneuk Paya mengatakan, kegiatan yang diprakarsai oleh mahasiswa Unsyiah ini sangat memberikan inovasi baru untuk desa tersebut, dengan memproduksi buah keranji menjadi lebih bernilai ekonomis dan saya sangat senang kegiatan ini bisa dilakukan yg menjadikan desa ini sebagai desa pertama yang memproduksi sirup ini,” ujarnya.

Adapun peserta pelatihan pembuatan Sirup bernama Mina mengaku akan melanjutkan kegiatan ini dengan menjual sirup tersebut untuk mengembangkan usaha sebagai penjual Keranji selama ini, sekaligus dengan mengembangkan desa tersebut untuk lebih maju dengan mengenalkan sirup lokal itu.