Home / ACEH / Tetapkan Tersangka Kasus Sumur Minyak, Polisi Dinilai Salah Kaprah

Tetapkan Tersangka Kasus Sumur Minyak, Polisi Dinilai Salah Kaprah

Foto: Ilustrasi. (Zamzami Ali/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Penetapan tersangka terhadap kasus ledakan dan kebakaran yang terjadi di SUmur Minyak Ranto Peureulak, Aceh Timur, dinilai terburu-buru.

Hal itu disampaikan Ketua Forum Keuchik Kabupaten Aceh Timur, Mauzir Sufi, SH, kepada Klikkabar.com menyusul ditetapkan B (51) Keuchik Desa Pasir Putih sebagai tersangka bersama empat tersangka lainnya.

Baca: Ini Identitas Tersangka Ledakan Sumur Minyak di Aceh Timur

Rocky: Sumur Minyak Ilegal Harus Ditutup

Pengusaha muda asal Idi Cut itu menilai, langkah polisi menetapkan Keuchik sebagai tersangka juga dinilai janggal, lantaran menganggap fatal keputusan Keuchik mengeluarkan izin bagi penambang minyak.

“Izin tersebut dikeluarkan berdasarkan keputusan bersama setelah bermusyawarah dengan masyarakat dan dana kutipan Rp 5000 per drum itu digunakan untuk menambah Pendapatan Anggaran Desa (PAD),” kata Mauzir, Selasa, 1 Mei 2018.

Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum (IKAFAHU) Aceh Timur itu mengakui, jika praktik tambang minyak tradisional itu sejatinya telah berlangsung bertahun-tahun lamanya dan sudah menjadi sebuah rahasia umum.

Baca: Warga Tolak Tambang Minyak Tradisional Ditutup

60 Korban Ledakan Sumur Minyak Dapat Santunan

Namun, ia mempertanyakan kenapa baru sekarang dipermasalahkan sedangkan sebelumnya juga pernah terjadi kejadian serupa meski tidak separah kali ini.

Penetapan status tersangka terhadap Almarhum A (35) juga dikatakannya mengabaikan perasaan keluarga korban. A diketahui merupakan salah satu pekerja di tambang minyak tradisional yang meledak dan mengakibatkan 21 korban meninggal dunia dan 39 lainnya luka-luka.

“Masyarakat saat ini masih dirundung duka, seharusnya polisi bersikap lebih humanis dan bila perlu mengedepankan langkah musyawarah ketimbang mengambil langkah sepihak seperti itu,” pungkas Mauzir Sufi.

Diberitakan sebelumnya, Polres Aceh Timur menetapkan lima tersangka dalam kasus ledakan dan kebakaran sumur minyak di Desa Pasir Putih, Ranto Peureulak, Aceh Timur, Rabu (25/4) dinihari WIB.

Kelima tersangka antara lain B, 51, selaku Kepala Desa yang memberikan izin kepada para penambang. Lalu F, 34, Ketua Pemuda yang membantu mendata dan mengutip setoran dari penambang.

Kemudian ada Z, 39, sang pemodal atau pemilik dana dari tambang ilegal tersebut. J, 45, berstatus pemilik lahan dan almarhum A, 35, selaku pekerja di tambang minyak tersebut.

“Selain menahan tersangka, kita juga telah mengamankan 30 barang bukti serta 4 ribu liter minyak dari lokasi kejadian,” kata Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro saat menggelar konferensi pers di Mapolres setempat, Minggu (29/4).

Baca Juga: Korban Ledakan Sumur Minyak di Aceh Timur Butuh Perhatian Ekstra

Korban Ledakan Sumur Minyak di Aceh Timur Butuh Perhatian Ekstra