Home / BERITA TERBARU / Jasinga Bogor Dilanda Longsor dan Banjir

Jasinga Bogor Dilanda Longsor dan Banjir

KLIKKABAR.COM, JAWA BARAT – Jalan penghubung antara Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Lebak, Banten, sempat lumpuh akibat hujan deras mengguyur wilayah Jasinga, Bogor, Sabtu (14/4) malam. Sebanyak 20 rumah pun terendam banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Hujan pada Sabtu, berlangsung hampir seharian. Jalur utama penghubung Bogor-Banten di Kampung Parung Sapi, Desa Sipak, Jasinga tertutup material longsor, dari tebing setinggi 10 meter dengan panjang 20 meter, tepat berada di sisi jalan.

Akibatnya, jalan tidak bisa digunakan. Aparat Polsek Jasingan, dibantu Koramil, BPBD dan warga setempat pun gotong royong membersihkan material longsor, yang juga menghantam sebuat tiang listrik hingga memutus aliran listrik di Jasinga.

“Longsor diduga karena hujan lebat itu. Tapi longsoran yang menutup akses jalan sudah dibersihkan bersama warga dengan bantuan satu alat berat dan satu unit mobil damkar, sehingga jalur sudah bisa dilewati lagi sejak 02.30 WIB tadi,” kata Kapolsek Jasinga AKP Santoso dikutip dari inilahkoran.com Minggu 15 April 2018.

Hujan deras juga menyebabkan banjir yang merendam 20 rumah di Desa Pamagersari, Kecamatan Jasinga. Bahkan, dua rumah dan dua mobil hanyut terbawa arus banjir akibat luapan Sungai Cikeam.

“Ini luapan Sungai Cikeam yang ketiga. Pertama September tahun lalu, terus Jumat kemarin juga meluap. Paling parah ini Sabtu. Listrik juga mati, soalnya ada gardu kena longsor,” kata Abidin (28) warga Kampung Sawah, Desa Pamagersari, Jasinga.

Kepala Desa Pamagersari Nurohman menjelaskan, luapan Sungai Cikeam kerap jadi penyebab banjir di wilayahnya kala hujan lebat mengguyur. “Kalau hujan lebat selalu meluap. Tapi, warga dan BPBD lngsung membersihkan sampah dan mendata rumah yang terendam,” katanya.

Sementara itu dikutip via okezone, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat ada sekitar 8 titik yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor mengalami bencana banjir dan longsor dalam dua hari terakhir.

Sekertaris BPBD Kabupaten Bogor Budi Pranowo mengatakan bencana banjir dan tanah longsor tersebut diakibatkan oleh intensitas hujan yang tinggi melanda Bogor sejak Jumat 13 April 2018 lalu.

“Data sementara, yang paling terdampak bencana ada di tiga desa di Kecamatan Jasinga yaitu Desa Curug, Lugalajaya, dan Pamegarsari. Akses jalan juga ada yang sempat putus,” kata Budi.

Budi menjelaskan, bencana awal yaitu banjir yang merendam 9 rumah Desa Pamagarsari, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor pada Jumat 13 April 2018. Banjir tersebut akibat luapan dari sungai Cikeam.

“Tidak ada korban jiwa, hanya rumah warga terdiri dari 41 jiwa terendam air sekitar 30 sentimeter. Ada juga jembatan yang jadi penghubung dua kampung di lokasi terendam air dan rawan ambruk,” jelas Budi.

Bencana kedua yaitu banjir merendam 3 rumah di Desa Lugalajaya, Jasinga, Kabupaten Bogor. Selain merendam rumah, banjir juga menghanyutkan sebuah jembatan semi permanen di kampung tersebut.

“Di lokasi ini juga tidak ada korban jiwa hanya rumah warga terdiri dari 11 jiwa terendam dan memutus jembatan semi permanen karena terbawa hanyut sungai Cilingcir yang meluap karena banjir,” jelasnya.

Bencana yang ketiga yaitu banjir dan tanah longsor terjadi di Desa Curug, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Bencana merendam 2 rumah warga dan akses jalan penghubung dua kampung terkikis longsor.

“Tidak ada korban jiwa, hanya rumah warga dan akses jalan desa penghubung Kampung Baru dan Kampung Liud Bojong Soang sebagian terkikis kali Cibereum sepanjang 20 meter,” tambahnya.

Kemudian, bencana keempat yaitu longsor di Desa Purwabakti, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Longsor setinggi 15 meter mengancam 3 rumah di bawahnya dan menutup akses jalan warga sekitar.

“Rumah warga yang terancam longsor butuh penanganan lebih lanjut karena dikhawatirkan terjadi longsoran yang lebih besar. Untuk akses jalan warga sedang dilakukan penanganan lanjutan,” ujar Budi.

Bencana kelima yaitu longsor setinggi 5 meter yang terjadi di Desa Pamijahan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Longsoran tersebut menimpa halaman rumah warga dan ruang kelas MI Mujahidin.

“Tidak ada korban jiwa atau luka, tetapi dikhawatirkan terjadi bencana longsor susulan kalau hujan deras dan membutuhkan penanganan lanjutan,” kata Budi.

Bencana keenam yaitu angin kencang di Desa Cibitung Kulon, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Hujan dengan angin kencang itu membuat pohon kelapa tumbang dan menimpa rumah warga.

“Pohon kelapa itu menimpa satu rumah warga di bagian dapur dan kamar yang teridiri dari 1 kepala keluarga 4 jiwa. Tidak ada korban jiwa,” jelasnya. (okezone/inilahkoran/red)