Home / ACEH / Redam Protes Pihak Luar, Hukuman Cambuk Dilakukan di Penjara

Redam Protes Pihak Luar, Hukuman Cambuk Dilakukan di Penjara

Aksi penolakan hukuman cambuk di dalam Lapas, Kamis, 12 April 2018. (Foto: Zamzami Ali/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Pelaksanaan hukuman cambuk yang diterapkan kepada para pelanggar Syariat Islam di Aceh selama ini dilaksanakan sebagaimana diatur dalam Qanun No 7 Tahun 2013 Tentang Hukum Acara Jinayat.

Ketentuan pada Pasal 262 Ayat 1 menyebutkan bahwa “Pelaksanaan hukuman (‘Uqubat) cambuk dilaksanakan di suatu tempat terbuka dan dapat dilihat oleh orang yang hadir.

Kamis, 12 April 2018 tadi, ketentuan tersebut dipastikan berubah setelah Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Kakanwil Kemenkumham Aceh, A Yuspahruddin, menandatangani kerjasama (MoU) Pelaksanaan Hukuman Cambuk di Lapas yang tertuang dalam Peraturan Gubernur No 5 Tahun 2018.

Penandatanganan nota perjanjian kerjasama tersebut juga dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Laoly dalam acara yang berlangsung di Amel Convention Hall di Banda Aceh, Kamis (12/4).

Gubernur Irwandi Yusuf dalam keterangannya menyebutkan bahwa, pelaksanaan hukuman cambuk tertutup di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dilakukan untuk meredam protes dari pihak luar atau dunia internasional.

“Wartawan tetap boleh meliput, masyarakat juga oleh datang tapi tidak diperbolehkan membawa anak kecil,” kata sosok yang akrab disapa Bang Wandi itu.

Cambuk di Lapas, Cambuk Dilepas?

Saat acara masih berlangsung, sekelompok massa melakukan aksi protes diluar gedung tempat berlangsungnya acara.

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Rakyat Aceh Menolak Cambuk Tertutup”. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan “Cambuk di Lapas, Cambuk Dilepas”.

Diduga, aksi tersebut dilakukan atas dasar kekhawatiran tebang pilih dalam proses pelaksanaan hukuman cambuk kedepan.

Meskipun diguyur hujan deras, para pendemo tetap bertahan menyampaikan aspirasinya, namun mereka akhirnya dibubarkan oleh pihak keamanan karena diduga tidak memiliki izin aksi.