Home / ACEH / Surga Kehidupan Itu Bernama Rawa Singkil

Surga Kehidupan Itu Bernama Rawa Singkil

Foto udara Suaka Margasatwa Rawa Singkil yang ada di Provinsi Aceh. (Foto: Zamzami Ali/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Suaka Margasatwa Rawa Singkil berjarak sekitar 550 kilometer dari Kota Banda Aceh. Kawasan yang secara administrasi terletak di Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Singkil dan Kota Subulussalam ini menyimpan keindahan yang tidak bisa kita temui di daerah lain kecuali di kawasan rawa.

Rawa Singkil yang pada awalnya memiliki luas 102.500 hektar berdasarkan SK Menteri Kehutanan No.166/Kpts-II/1998 ini merupakan hutan produksi. Status Rawa Singkil berubah menjadi Suaka Margasatwa pada tahun 2011 dan tercatat memiliki luas 81.802.22 hektar berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.859/MenLHK/Setjen/PLA.2/11/2016.

Di sebelah utara, Rawa Singkil yang memiliki potensi gambut sekitar 80 persen dari luas keseluruhan kawasannya ini berbatasan dengan Kec. Trumon. Sebelah selatan berbatasan dengan Sungai Singkil dan Kec. Kuala Baru. Sebelah barat berbatasan dengan Kec. Trumon, Kec. Kuala Baru dan Samudera Hindia serta di sebelah timur berbatasan dengan Sungai Singkil, Longkib, Kec. Kota Baharu dan PT ASN.

Foto udara Suaka Margasatwa Rawa Singkil yang ada di Provinsi Aceh. (Foto: Zamzami Ali/Klikkabar)

Potensi Hayati dan Non Hayati

Rawa Singkil memiliki potensi alam yang luar biasa baik itu keanekaragaman hayati maupun non hayati. Rawa Singkil tercatat memiliki 20 jenis mamalia, 157 jenis burung, 15 jenis herpetofauna, 17 jenis biota air, 130 jenis tumbuhan berkayu, 134 jenis tumbuhan bawah dan 40 jenis tumbuhan air serta memiliki keanekaragaman ekosistem mulai dari hutan rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan mangrove hingga riparian.

“Rawa Singkil juga menjadi habitat ideal bagi satwa liar yang dilindungi seperti Orangutan Sumatera, Beruang Madu, Harimau Sumatera dan Buaya,” kata Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo, S.Hut, M.Si, kepada Klikkabar.com, Senin (2/4).

Mata Pencaharian Penduduk

Tidak hanya menjadi surga bagi flora dan fauna yang ada di dalamnya, Suaka Margasatwa Rawa Singkil juga menjadi tumpuan hidup bagi 26.702 jiwa penduduk yang tersebar di 8 kecamatan dan 47 desa yang ada di sekitar SM Rawa Singkil.

Dapat dikatakan, hampir seluruh penduduk disana mengandalkan pendapatan dari apa yang disediakan oleh Rawa Singkil yang masuk kedalam DAS Alas Singkil. Penduduk disana ada yang berprofesi sebagai petani, pencari madu, pencari rotan hingga nelayan ikan air tawar.

“Nelayan ikan air tawar di area Rawa Singkil, jika dikalkulasikan bisa mendapatkan ikan 1 ton setiap harinya. Terkadang bisa lebih dari itu,” lanjut Sapto.

Ekosistem Gambut

SM Rawa Singkil berada di daerah yang datar, dengan sebaran gambut yang menyimpan banyak karbon dan memiliki kedalaman 3 hingga 7 meter. Potensi gambut yang menutupi sekitar 80 persen dari luas area SM Rawa singkil secara keseluruhan ini memiliki andil yang sangat luar biasa.

Selain bisa mengatur atau menyerap air, ekosistem gambut dikatakan Sapto juga berfungsi sebagai pencegah banjir dan kekeringan serta menjaga produktivitas perikanan di wilayah sungai dan di pesisir pantai.

“Rawa Singkil sebenarnya dapat dikatakan sebagai daerah buangan air, karena terletak di DAS Alas Singkil dan potensi gambut yang ada berfungsi sebagai spon, menyerap air saat banjir dan mengeluarkannya dengan perlahan saat musim kemarau tiba,” papar Sapto.

Salah satu potret kerusakan Suaka Margasatwa Rawa Singkil di Desa Ie Meudama, Kec. Trumon, Kab. Aceh Selatan. (Foto: Zamzami Ali/Klikkabar)

Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya jika SM Rawa Singkil rusak terutama potensi gambut yang ada di dalamnya, sehingga dapat dipastikan iklim dan kondisi alam yang ada disana akan sangat tidak bersahabat.

“Mengembalikan lahan gambut yang rusak membutuhkan waktu puluhan tahun lamanya. Selain kekeringan, banjir juga akan dengan mudah melanda Rawa Singkil dan mengancam daerah yang saat ini ditempati penduduk di sekitar Rawa Singkil,” pungkas Sapto Aji Prabowo.

Baca Juga: Suaka Margastwa Rawa Singkil, ‘The Little Amazon in Aceh’