Home / ACEH / Suaka Margastwa Rawa Singkil, ‘The Little Amazon in Aceh’

Suaka Margastwa Rawa Singkil, ‘The Little Amazon in Aceh’

Foto udara Suaka Margasatwa Rawa Singkil yang ada di Provinsi Aceh. (Foto: Zamzami Ali/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Aceh memiliki berjuta keindahan alam yang menarik untuk dinikmati. Wilayah yang terletak di ujung barat pulau Sumatera ini memiliki laut yang indah, hutan yang asri dan gunung-gunung yang menjulang tinggi.

Tidak hanya itu, Aceh juga menjadi habitat ideal bagi bagi keberlangsungan hidup flora dan fauna yang keberadaannya sudah sangat langka seperti Orangutan, Harimau Sumatera, Gajah Sumatera hingga Badak Sumatera.

Kawasan Ekosistem Leuser (KEL)

Membahas tentang hutan Aceh, tentu tidak terlepas dengan keberadaan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan RI No. 190/Kpts-II/2001,  wilayah KEL tercatat memiliki luas 2.255.577 hektare dan berada di 14 Kabupaten dan Kota yang ada di Aceh serta untuk Provinsi Sumatera Utara melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan RI No.10193/Kpts-II/2002, mencakup area sluas 384.294 hektare.

KEL merupakan kawasan perlindungan dan menjadi tempat yang sangat nyaman bagi keberlangsungan hidup flora dan fauna yang keberadaannya kian langka kita jumpai di alam bebas.

Lebih dari 3.500 jenis fauna bisa dijumpai di kawasan ini, bahkan yang paling langka sekalipun seperti bunga raflesia (Rafflesia Atjehensis dan R. Micropylora). Selain itu, fauna yang ada disini juga tidak kalah mengagumkan. Mulai dari jenis burung, reptil, amphibi, ikan, mamalia hingga karnivora.

Kawasan yang membentuk sebuah ekosistem ini terdiri dari beberapa jenis seperti hutan dataran rendah, padang rumput, rawa air tawar, lembah/celah dan beberapa gunung api. Kawasan ini berada di ketinggian antara 0 sampai 3.404 mdpl. Keberagaman dan berbagai kelengkapan flora dan fauna ini pula yang membuat Unesco menetapkan KEL sebagai salah satu Cagar Biosfir terbaik yang ada di dunia saat ini.

Namun, semua kekayaan dan keindahan itu jangan membuat kita pantas berbangga diri. Semua itu akan lenyap begitu saja, jika hutan Aceh terus menerus dibabat dan dialihfungsikan menjadi kawasan non hutan (deforestasi).

Suaka Margasatwa Rawa Singkil

Berjarak sekitar 550 kilometer dari Kota Banda Aceh, kita bisa menemukan Rawa Singkil. Kawasan yang secara administrasi terletak di Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Singkil dan Kota Subulussalam ini menyimpan keindahan yang tidak bisa kita temui di daerah lain kecuali di kawasan rawa.

Di sebelah utara, Rawa Singkil berbatasan dengan Kec. Trumon. Sebelah selatan berbatasan dengan Sungai Singkil dan Kec. Kuala Baru. Sebelah barat berbatasan dengan Kec. Trumon, Kec. Kuala Baru dan Samudera Hindia dan di sebelah timur berbatasan dengan Sungai Singkil, Longkib, Kec. Kota Baharu dan PT ASN.

Sejarah dan Kondisi Kawasan SM Rawa Singkil

Suaka Margasatwa Rawa Singkil pada awalnya merupakan hutan produksi dengan luas 46.000 hektar dari luas keseluruhan 102.500 hektar berdasarkan SK Menteri Kehutanan No.166/Kpts-II/1998 Tanggal 28 Februari 1998.

Perubahan fungsi dari hutan produksi menjadi Suaka Margastwa berlaku setelah jangka waktu HPH PT Lembah Bhakti berakhir pada 1999 dan PT Alas Aceh Perkasa Timber berkahir pada 2011.

Berdasarkan SK terbaru, Suaka Margasatwa Rawa Singkil tercatat memiliki luas 81.802.22 hektar (SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.859/MenLHK/Setjen/PLA.2/11/2016).

SM Rawa Singkil berada di daerah yang datar dengan sebaran gambut yang menyimpan banyak karbon serta memiliki kawasan yang beragam mulai dari hutan, rawa dan sungai. Tutupan lahan kawasan meliputi hutan primer, hutan sekunder dan rawa primer.

Potensi gambut yang ada di SM Rawa Singkil (sekitar 80 persen dari luas kawasan) memiliki kedalaman 3 hingga 7 meter disebut memiliki peran yang sangat besar sebagai penyangga kehidupan terhadap 26.702 jiwa penduduk yang tersebar di 8 kecamatan dan 47 desa yang ada di sekitar SM Rawa Singkil.

“Lahan gambut itu memiliki sifat seperti spon, yang berfungsi menyerap air saat musim hujan yang dialirkan dari hulu (hutan) dan perlahan melepaskannya saat musim kemarau. Maka dari itu, SM Rawa Singkil merupakan salah satu kawasan yang sangat penting untuk dijaga,” ujar Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo, S.Hut, M.Si, kepada Klikkabar.com, Senin, 2 April 2018.

The Little Amazon

Sapto juga menjelaskan, selain berfungsi sebagai penyangga alam di sekitarnya, Rawa Singkil juga memiliki potensi alam yang luar biasa baik itu keanekaragaman hayati maupun non hayati.

Rawa Singkil dirincikan menjadi habitat ideal bagi 20 jenis mamalia, 157 jenis burung, 15 jenis herpetofauna, 17 jenis biota air, 130 jenis tumbuhan berkayu, 134 jenis tumbuhan bawah dan 40 jenis tumbuhan air serta memiliki keanekaragaman ekosistem mulai dari hutan rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan mangrove hingga riparian.

Rawa Singkil juga dikatakannya saat ini menjadi rumah bagi satwa liar yang dilindungi seperti Orangutan Sumatera, Beruang Madu, Harimau Sumatera dan Buaya. Tidak salah jika SM Rawa Singkil memiliki sebutan The Little Amazon yang bisa kita jumpai di Aceh.

“SM Rawa Singkil merupakan anugerah luar biasa dari Sang Pencipta. Kita wajib menjaga kelestarian kawasan tersebut demi keberlangsungan flora dan fauna yang ada di dalamnya serta ekosistem sebagai penopang kehidupan penduduk yang ada di sekitarnya,” pungkas Sapto Aji Prabowo, S. Hut, M. Si.

ZAMZAMI ALI