Home / ACEH / 27 Saran Staf PBB untuk Aceh Hebat

27 Saran Staf PBB untuk Aceh Hebat

KLIKKABAR.COM – Agus Wandi putera Aceh yang berkarir di United Nation (UN) atau Persirakatan Bangsa Bangsa (PBB) sangat mendukung program Aceh Hebat yang diluncurkan oleh Pemerintah Irwandi Nova di Aceh.

Sebagaimana diketahui, pemerintahan Irwandi-Nova telah meluncurkan 15 program unggulan Aceh Hebat, yakni Aceh Seujahtra (JKA Plus), Aceh SIAT (Sistem Informasi Aceh Terpadu), Aceh Caròng, Aceh Teunaga, Aceh Meugoë dan Meulaôt, Acèh Troë, Acèh Kreatif, Acèh Kaya, Acèh Peumulia, Acèh Damê, Acèh Meuadab, Acèh Teuga, Acèh Green, Acèh Seuninya dan Acèh Seumeugot.

“Saya sangat mendukung program-program Aceh Hebat yang baru, namun saran saya ada 27 program lagi yang bisa ditambah, dengan kata lain bisa dimasukan dalam program yang sudah ada, atau terpisah,” sebut Agus Wandi.

Adapun masukan atau saran 27 program lainnya menurut pria kelahiran Aceh Besar ini adalah sebagai berikut:

1. Mengurangi produk impor ke Aceh dan fokus pada produksi ekspor, kecuali produk IT dan teknologi. Produk-produk import diganti dan diproduksi sendiri.

2. Tidak mencari investor Asing, tapi fokus pada investor lokal untuk berinvestasi pada produk-produk Aceh, produk agrikultural dan laut.

3. Investasi industri pariwisata rakyat, eco turism dan community turism.

4. Deklarasi Hutan Leuser dan Hutan Aceh punya Hak Asasi sehingga tidak bisa diganggu dan menanam 5,5 juta pohon-pohon baru di seluruh Aceh (satu orang satu pohon)

5. Bangun ribuan kedai kopi dan restaurant Aceh se Indonesia dan negara-negara Asean untuk mempekerjakan anak-anak Aceh, serta mengekspor makanan Aceh dan menglobalkan Aceh kuliner.

6. Sistem welfare state Islami untuk kesejahteraan rakyat dan keadilan ekonomi. Zakat dikelola bersama untuk sistem welfare ini. Pendidikan gratis, rumah dhuafa bagian dari sistem welfare ini.

7. Membangun gedung perpustakaan terbesar di Asia Tenggara utk rakyat Aceh, berisi paling kurang 1 juta buku-buku penting dunia.

8. Promosi peran perempuan-perempuan Aceh di politik dan kepemimpinan, menjaga tradisi perempuan Aceh yang memimpin di depan.

9. Pendidikan anak-anak muda Aceh untuk bisa bekerja di luar negeri sebagai pilot, pramugari, service industry internasional dan sebagainya.

10. Melarang penggunaan plastik, bisa diimplementasikan secara berkala.

11. Membuka penerbangan Singapura Aceh dan Thailand Aceh. Kiblat Aceh ke Asia Tengara bukan hanya Jakarta.

12. Pasukan WH diganti jadi pasukan Inong Balee, bertugas menjaga penerapan hukum Islam tentang kebersihan, gotong royong, perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan.

13. Membangun 5 museum baru, bagian dari promosi wisata, tapi juga pendidikan, seperti Museum Perdamaian Aceh, Museum perempuan Aceh, Museum Islam Damai, Museum Future of the World dan Museum Kosmopolitan Dunia.

14. Masjid-masjid besar harus dibuka 24 jam dan menjadi pusat2 training, pendidikan dan fasilitas perpustakaan. Setiap mesjid harus punya pustaka dan program training tentang retorika, menulis dan filsuf Islam dan Yunani.

15. Pejabat publik dan politisi mengumumkan jumlah harta kekayaan 6 bulan sekali. Pejabat kaya harus membuktikan bukan dari korupsi. Orang-orang kaya Aceh, wajib membantu anak-anaknya sekolah ke universitas ternama dunia tanpa beasiswa negara

16. Aceh punya komisi anti korupsi sendiri

17. Moratorium tidak boleh import mobil pribadi dan hanya kendaraan umum, kecuali special case

18. Semua rumah, kantor dan bangunan, punya solar sistem dan tampungan air hujan, juga pustaka dalam rumah, minimal 100 buku per rumah, sistem recycle sampah harus ada.

19. Sekolah-sekolah Aceh dan universitas ganti ke kurikulum modern plus bahasa Inggris dan Arab.

20. Semua bangunan baru dan lama harus bisa tahan gempa, 100 % sustainable dan desain dengan arsitektur yang indah seperti Andalusia atau Cordoba.

21. Rakyat berhak atas air dan udara segar, fasilitas umum air lansung bisa minum setiap desa dan rumah harus ada.

22. Deklarasi Aceh adalah multi kultural dan toleran, Aceh benar sebagai perpaduan Arab, Cina, Eropah dan India, juga multikultural internal.

23. Anak muda-muda Aceh akan dikirim keluar bekerja di lembaga internasional dan nasional melalui program ‘Aceh Volunteers for the World’

24. Setiap desa atau gampoeng harus punya program ekonomi dan membangun koperasi pakai dana gampoeng serta wajib melakukan pertemuan mingguan membahas isu-isu pembangunan gampong secara bersama.

25. Aceh akan punya provident fund yang akan dipakai untuk investasi profit. Pemerintah dan rakyat Aceh bisa membuat hotel, shoping center, usaha-usaha produktif dan tidak mengundang investor-investor luar.

26. Aceh mengorganisir literary/literature festival dunia dan Asia setiap tahun.

27. Ulama-ulama Aceh dan rakyat Aceh dibantu terlibat aktif di forum-forum nasional dan internasional untuk promosi Islam damai, toleran dan kosmopolitan serta terlibat aktif proses perdamaian dunia.