Home / ACEH / Nyak Sandang, Pemodal Pesawat Pertama RI Terbang Perdana ke Jakarta

Nyak Sandang, Pemodal Pesawat Pertama RI Terbang Perdana ke Jakarta

Replika Pesawat Dakota RI 001 di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh. (Zamzami Ali/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Sejarah mencatat pada masa kolonial Belanda, rakyat Indonesia dikenal gigih melawan penjajah. Perlawanan rakyat ini berlangsung kurang lebih 350 tahun lamanya.

Rakyat rela mengorbankan apa saja, termasuk nyawa sekalipun demi mempertahankan bumi pertiwi. Para pejuang perebut kemerdekaan ini kemudian kita kenal sebagai pahlawan-pahlawan bangsa yang jasanya kita kenang hingga sekarang.

Setelah Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, perjuangan dan pengorbanan rakyat juga tak pernah berhenti serta tak terhingga nilainya dalam mempertahankan kedaulatan NKRI. Semua rakyat di seluruh penjuru nusantara kala itu sepakat bersatu padu mempertahankan kedaulatan NKRI.

Tak terkecuali rakyat Aceh. Selain dikenal gigih dalam berperang dan tak pernah takluk pada Belanda, rakyat Aceh juga menyumbang harta-benda demi membeli sebuah pesawat untuk Indonesia pada tahun 1948.

Pesawat yang diberi nama Dakota RI-001 Seulawah pun menjadi pesawat kenegaraan perdana yang digunakan Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Pesawat Dakota RI-001 Seulawah dan RI-002 Seulawah juga menjadi cikal bakal berdirinya perusahaan penerbangan niaga pertama, Indonesian Airways.

Nah, Nyak Sandang, warga Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, mendadak dikenal seantero Tanah Air dalam beberapa terakhir. Pria lanjut usia yang lahir pada 12 Juni 1921 itu dikenal berkat sumbangsih nya pada negeri ini. Dia tercatat sebagai salah satu warga Aceh yang menyumbang uang untuk pembelian pesawat tersebut saat dia masih berusia 23 tahun.

Bersama orang tuanya kala itu, Nyak Sandang menyumbang sebesar Rp 100. Uang tersebut merupakan hasil penjualan sebidang tanah miliknya. Masyarakat Aceh pada masa itu berhasil mengumpulkan uang sebanyak 120 ribu dolar Singapura dan 20 kilogram emas murni serta diserahkan langsung kepada Bung Karno.

Nyak Sandang saat berada di dalam pesawat menuju ke Jakarta, Selasa (20/3). Foto: Munandar.

Pihak Net TV, televisi swasta yang memiliki slogan Televisi Masa Kini akhirnya berinisiatif mengundang Nyak Sandang hadir ke studio mereka di Jakarta. Tak disangka dan tak diduga, Nyak Sandang akhirnya berhasil terbang menggunakan pesawat pertama kali dalam hidupnya.

Dia berangkat pada Selasa, 20 Maret 2018 kemarin bersama kontributor Net TV Aceh, Munandar Syamsudin, koordinator Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh Jaya, Maturidi dan Khaidar, anak laki-laki bungsu Nyak Sandang dari Bandara Sultan Iskandar Muda pukul 18.00 WIB dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 21.30 WIB.

Nyak Sandang saat berada di dalam pesawat menuju ke Jakarta, Selasa (20/3). Foto: Munandar.

“Nyak Sandang mengaku senang dan bahagia bisa terbang naik pesawat. Ini adalah pengalaman pertamanya, meski beliau merupakan orang yang berjasa membeli pesawat pertama untuk Indonesia,” kata Munandar saat dihubungi Klikkabar.com, Rabu, 21 Maret 2018.

Nyak Sandang saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (20/3). Foto: Munandar.

Nyak Sandang juga dikatakannya tidak merasa takut sama sekali meski beliau tidak pernah memiliki pengalaman menaiki pesawat terbang. Ia hanya mengeluh karena merasa lelah duduk di penerbangan dari Banda Aceh ke Jakarta selama kurang lebih 3,5 jam.

“Nyak Sandang hanya akan diundang ke studio siang ini, sepertinya belum ada agenda lain setelah itu,” kata Munandar mengakhiri pembicaraan.

ZAMZAMI ALI