Home / ACEH / Perbanyak Sarjana Aceh ke Dunia Bisnis

Perbanyak Sarjana Aceh ke Dunia Bisnis

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Sarjana lulusan di Aceh atau luar diharapkan lebih banyak terjun ke dunia bisnis. Bukan justru berbondong-bondong ke dunia politik. Jika ekonomi bisa dikuasai, relatif dunia politik dapat dipegang. Ini bukan berarti generasi muda Aceh tidak boleh atau alergi ke arena politik. Hanya saja, sejak mahasiswa yang sudah bergelut di wirausaha untuk dapat melanjutkan ke bisnis dan yang terjun ke dunia politik cukup sebagian saja.

“Adik-adik yang bermain di dunia bisnis dapat membuka lapangan kerja kepada warga dan ini sangat berguna,” pinta owner restoran dan cafe Atjeh Connection Amir Faisal Nek Muhammad di Atjeh Connection Sarinah Jakarta, Sabtu 17 Maret 2018

Dalam acara Ngopi Pagi; silaturrahmi mahasiswa Aceh di Jakarta dan sekitarnya serta Strategi Memenangkan Beasiswa ke Luar Negeri & Sosialisasi Beasiwa Australia Awards, Amir yang didampingi pengagas acara Anita meminta kepada lulusan sarjana di luar Aceh untuk tidak perlu pulang ke Tanah Endatu. Justru ditantang bertempur di dunia bisnis di luar gampong halaman untuk menciptakan lapangan kerja. Disebutnya, generasi Aceh memiliki daya juang berjuang di luar Aceh.

“Aceh punya budaya merantau yang cocok berbisnis . Dulu pengusaha Aceh sudah membuktikannya. Sekarang mari kita saling silaturrahmi dan melakukan koneksi untuk kemajuan bersama,” ajaknya dalam acara yang digagas oleh Atjeh Connection Community.

Hal yang sama juga disampaikan Prof. Dr. Med Ali Baziad dokter senior di RSCM Jakarta yang mengisahkan pengalamannya kuliah di Jerman setelah tidak diterima di Universitas Indonesia pada 1960-an. Di Jerman, pria kelahiran Lhokseumawe ini belajar gigih agar tidak dipulangkakan ke Indonesia.

“Ada sistem belajar yang salah di pendidikan kita. Murid hingga mahasiswa disuruh menghafal bukan memahami, “ papar Ali di hadapan puluhan mahasiswa asal Aceh di Jakarta dan sekitarnya termasuk dari ITS Surabaya dan Unimal Aceh Utara dan Unsyiah Banda Aceh.

Amir dan Ali sepakat generasi muda Indonesia harus menguasai bahasa Inggris karena itu modal untuk belajar ke luar negeri serta untuk meraih beasiswa dari berbagai kampus atau pemerintahan.

“Pemerintah Australia menyediakan kuota beasiswa untuk Aceh. namun jumlah itu tidak terpenuhi padahal syarat minimal tes sudah dikurang. Ini menjadi alasan kami untuk memberikan tip memperoleh beasiswa ke Australia,” sebut Muhammad Adam penerima Beasiswa Australia Awards pada sesi Strategi Memenangkan Beasiswa ke Luar Negeri & Sosialisasi Beasiwa Australia Awards.

Tim Scholarship Kedutaan Besar Australia Laura Ralph dalam tanya jawab dengan peserta menguraikan kelebihan mendapat beasiswa ke Australia seperti menanggung biaya hidup untuk yag berkeluarga dan lain-lain.

“Jika aplikasi belum diterima, terus mencoba berulang-ulang. Jangan pantang semangat,” ungkapnya dalam bahasa Inggris.

Beasiswa ke Australia: Kiri-kanan owner restoran dan cafe Atjeh Connection Amir Faisal Nek Muhammad, Tim Scholarship Kedutaan Besar Australia Laura Ralph, penerima Beasiswa Australia Awards Maryam Rodja dan Suherman di Atjeh Connection Sarinah Jakarta, Sabtu (17/3/2018).

Hal senada juga disampaikan oleh penerima Beasiswa Australia Awards Maryam Rodja dan Suherman bahwa tim penyeleksi tidak hanya melihat nilai akademik. Kegiatan sosial menjadi nilai tambah setelah syarat yang utama terpenuhi .

“Kita harus maksimalkan menguraikan tentang impian dan kegiatan yang telah kita lakukan kepada tim penyeleksi atau dalam aplikasi. Ini menjadi tambahan nilai bagi mereka,” papar Maryam dalam acara yang dipandu oleh mahasiswa Pasca Ilmu Pokitik UI Farid Chairuddin Gadeng.