Home / ACEH / PB-Himabir Tolak Pemerintah Pusat Kelola Tanah Waqaf Aceh

PB-Himabir Tolak Pemerintah Pusat Kelola Tanah Waqaf Aceh

Ilustrasi, Wakil Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani melantik PB-Himabir periode 2017-2019 di Anjong Mon Mata Pendopo Gubernur Aceh, Jumat malam, 5 Januari 2018.

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Bireuen (PB-Himabir) Banda Aceh menolak rencana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI untuk mengambil alih pengelolaan Tanah Waqaf Aceh (Baitul Asyi) di Makkah, Arab Saudi.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Umum PB Himabir, Hidayat dalam siaran pers yang diterima Klikkabar.com, Senin, 12 Maret 2018.

“Habib Bugak Al-Asyi merupakan tokoh Aceh yang berasal dari Bugak, Bireuen, kami selaku mahasiswa Bireuen menolak rencana BPKH tersebut, mengingat tidak adanya prosedur, maksud serta tujuan yang jelas dari BPKH itu sendiri dalam rencana investasi,” kata Hidayat.

Hidayat mengkhawatirkan jika rencana BPKH tersebut berhasil, maka akan menimbulkan kegaduhan dalam masyarakat Aceh. Apalagi, selama ini kepercayaan masyarakat Aceh kepada pemerintah pusat masih sangat kecil.

“Selama ini masyarakat Aceh yang menunaikan ibadah haji mendapat dana pembagian hasil pendapatan dari pengelolaan tanah waqaf tersebut, jika nanti tanah waqah ini dikelola oleh pusat dikhawatirkan akan amburadur cara mengelolanya,” ujar mahasiswa UIN Ar-Raniry ini.

Oleh karena itu, ia meminta kepada pemegang kebijakan agar dapat meninjau kembali rencana tersebut.

Selain itu, Hidayat juga menilai perlu adanya aksi dari Pemerintah Aceh dalam melakukan perlawanan dan mengecam rencana itu.

“Jika Pemerintah Aceh dan dewan Aceh di pusat benar-benar komitmen terhadap ini, maka kami yakin rencana BPKH RI tak akan berhasil,” ujar Hidayat. (rel)