Home / ACEH / FKL Inisiasi Gerakan Sekolah Hijau di Pedalaman Aceh Tamiang

FKL Inisiasi Gerakan Sekolah Hijau di Pedalaman Aceh Tamiang

Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.

KLIKKABAR.COM, ACEH TAMIANG – Luar biasa adalah kalimat yang pantas diberikan atas kegiatan yang dilakukan oleh para pelajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 6 Kejuruan Muda di Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Betapa tidak, usia yang masih sangat muda tidak menghalangi mereka memiliki pemahaman tentang kesadaran menciptakan lingkungan yang hebat. Sikap tersebut tidak terlepas berkat peran sang kepala sekolah, Wakirin, S.Pd dan inisiasi dari Yayasan Forum Konservasi Leuser (FKL).

Yayasan ini dikenal sangat aktif mengawal serta berperan besar dalam merawat dan menjaga hutan Aceh yang masuk ke dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), area perlindungan dan menjadi tempat yang ideal bagi keberlangsungan hidup flora dan fauna endemik yang keberadaannya sudah sangat langka seperti Orangutan, Harimau Sumatera, Gajah Sumatera hingga Badak Sumatera.

Rabu, 28 Februari 2018, Klikkabar.com bersama yayasan FKL menyambangi SMPN 6 Kejuruan Muda di Tenggulun. Sepanjang perjalanan, sejauh mata memandang hamparan kelapa sawit terbentang luas. Ada milik pribadi dan ada juga yang dimiliki oleh perusahaan.

Di sisi kiri dan kanan jalan yang kami lalui juga sama. Daun tanaman kelapa sawit atau Elais Guinensiss Jacq ini juga tak henti melambai-lambai. Menurut cerita warga setempat, hampir setengah rute yang kami tempuh merupakan kawasan yang menjadi langganan banjir setiap tahunnya.

Menempuh perjalanan lebih kurang 1,5 jam dari Kota Langsa, kami akhirnya tiba di SMP 6 Kejuruan Muda. Disana sudah menunggu puluhan pelajar yang akan beraksi dalam sebuah gerakan yang diberi nama Gerakan Sekolah Hijau.

Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.

Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.

Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.

Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.

Belasan pohon kelapa sawit yang tumbuh di sekeliling sekolah akan ditebang. Disana juga sudah ada mesin pemotong dan para pekerja. Selain itu juga sudah disiapkan bibit pohon mangga dan durian yang akan menggantikan kelapa sawit.

Dalam kesempatan itu, para pelajar tidak hanya diberikan pengetahuan dan ilmu tentang bagaimana menjaga dan merawat lingkungan serta hutan yang menjadi penyeimbang kehidupan manusia di bumi, tapi mereka juga mendapat bimbingan langsung tentang tumbuhan dan pohon yang menguntungkan dan memiliki nilai ekonomis tinggi selain kelapa sawit.

Mereka juga diberikan pelatihan dasar mulai dari membuat pupuk organik hingga cara menanam serta merawat pohon yang baik dan benar.

Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.

Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.

“Selama ini FKL melakukan kampanye untuk mengajak siswa dan guru serta institusi pendidikan secara umumnya untuk melestarikan lingkungan di sekitar. Alhamdulillah, SMPN 6 Kejuruan Muda sangat mendukung program tersebut dan hari ini telah sukses dilaksanakan,” ujar Manager FKL Regional Langsa, Tezar Pahlevi.

Ia juga menambahkan, program edukasi Gerakan Sekolah Hijau tersebut dilaksanakan rutin setiap bulannya dengan cara mengunjungi sekolah-sekolah khususnya yang ada di daerah pedalaman Aceh Tamiang.

Gerakan Sekolah Hijau dikatakan Tezar juga diharapkan bisa menumbuhkembangkan kesadaran terutama di kalangan pelajar terhadap pentingnya kelestarian lingkungan.

Generasi muda yang memiliki kesadaran dan pengetahuan sadar lingkungan yang baik otomatis akan membuat lingkungan sekitar akan terawatt dengan sendirinya.

Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.

Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.

“Ini baru langkah awal dan saat ini baru kita lakukan di Aceh Tamiang. Kedepan, kita akan berusaha untuk menyasar sekolah di kabupaten/kota lainnya di Aceh seraya menggandeng dinas terkait untuk bekerjasama,” kata Tezar Pahlevi.

Baca Juga: FKL: Deforestasi Faktor Utama Pemicu Konflik Gajah dan Manusia

FKL Apresiasi Kerjasama Pemkab Aceh Timur dan NGO Belanda

Ini Rincian ‘Sumbangan’ Deforestasi dari 23 Kabupaten/Kota di Aceh

ZAMZAMI ALI