Home / ACEH / Warga Buket Seuraja Bantah Tolak Pembangunan Embung Paya Pue

Warga Buket Seuraja Bantah Tolak Pembangunan Embung Paya Pue

Ketua Tuha Peut Desa Buket Seuraja, Hamdan. (Zamzami Ali/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR –  Pembangunan Embung Paya Pue di Kabupaten Aceh Timur, saat ini sedang heboh dan menuai polemik di tengah masyarakat.

Pembangunan embung yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp 4,5 miliar tersebut menuai polemik lantaran santer beredar kabar belakangan ini, sejumlah masyarakat menyatakan penolakan terhadap pembangunan embung dimaksud.

Sekedar diketahui, embung atau cekungan penampung (retention basin) seperti dikutip dariWikipedia adalah cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan serta untuk meningkatkan kualitas air di badan air yang terkait (sungai dan danau).

Embung digunakan untuk menjaga kualitas air tanah, mencegah banjir, estetika, hingga pengairan. Embung menampung air hujan di musim hujan dan lalu digunakan petani untuk mengairi lahan di musim kemarau.

Embung Paya Pue yang ada di Aceh Timur. (Foto: Zamzami Ali/Klikkabar)

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Hamdan yang juga Ketua Tuha Peut Desa Buket Seuraja kepada Klikkabar.com mengaku, selama ini pihaknya sangat mendukung dan selalu mengharapkan berbagai pembangunan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terutama bagi warga Buket Seuraja.

“Kami mengecam keras pernyataan pihak tertentu yang menyatakan penolakan pembangunan Embung Paya Pue dan mengatasnamakan warga Buket Seuroja. Itu fitnah dan sama sekali tidak benar,” kata Hamdan didepan para aparatur gampong dan puluhan masyarakat lainnya, Kamis, 15 Februari 2018.

Selama ini, tambah hamdan, ada sekelompok pihak yang mencoba memutarbalikan fakta dan menyatakan penolakan terhadap Embung Paya Pue yang statusnya saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

Ia juga menjelaskan, Embung Paya Pue sejak puluhan tahun silam memang bukan satu-satunya sumber air yang bisa diharapkan oleh para petani, lantaran debit air yang ada sama sekali tidak mencukupi.

Embung Paya Pue yang ada di Aceh Timur. (Foto: Zamzami Ali/Klikkabar)

“Saat selesai nanti, Embung Paya Pue ini diharapkan akan mampu mengairi sawah di beberapa desa yang ada di Kec.Julok dan Kec. Darul Falah dan beberapa desa. Logikanya, apa mungkin kami menolak pembangunan yang akan menguntungkan masyarakat seperti ini,” tegas Hamdan.

Di akhir kesempatan, ia bersama warga lainnya juga meminta kepada pihak atau oknum yang selama ini menebarkan berbagai isu kebohongan dan fitnah melalui media sosial agar segera menghentikan perbuatan provokasi tersebut.

“Jika memang tidak diindahkan, maka kami tidak akan segan untuk menempuh jalur hukum guna menyelesaikan menyelesaikan masalah ini,” tutup Hamdan.

ZAMZAMI ALI