Home / BERITA TERBARU / Tunggak Gaji Pemain dan Ofisial Musim Lalu, Klub-klub Terancam tak Lolos Verifikasi

Tunggak Gaji Pemain dan Ofisial Musim Lalu, Klub-klub Terancam tak Lolos Verifikasi

Sekretaris Jenderal Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Heru Nugroho (Tribunnews.com)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Klub-klub yang masih memiliki tanggungan sisa pembayaran dari musim 2017 lalu harus segera menyelesaikan tanggungan mereka.

Bila klub-klub tersebut masih memiliki tanggungan, mereka terancam tak bisa mengikuti Liga 1 musim 2018.

Sekretaris Jenderal Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Heru Nugroho menyebut instansinya menerima sejumlah pengaduan terkait adanya klub yang belum membayar/melunasi hak pemain.

BOPI, menurut Heru, memastikan hal ini tak akan berlanjut dan terulang lagi pada musim 2018.

“Klub-klub peserta Liga 1 atau 2 yang tidak memenuhi kewajibannya membayar gaji/honor pemain/perangkat pertandingan, bukan mustahil tidak lulus verifikasi,” tegas Heru Nugroho dalam rilisnya kepada wartawan di Banda Aceh, Jumat 9 Februari 2018.

Heru mengaku telah mendapat informasi ihwal penyebab tunggakan tersebut. Klub-klub peserta kompetisi musim lalu belum menerima sepenuhnya hak mereka dari PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), karena proses pencairan dana sponsor ke operator kompetisi tersebut belum tuntas. PT LIB sendiri telah mengakui berhutang pada klub, dan berjanji bakal melunasi kewajiban mereka sebelum menggelar kompetisi musim 2018.

Terkait kondisi ini, Heru menegaskan bahwa BOPI tak akan ikut campur. Menurutnya, hal tersebut adalah urusan antara operator dan klub-klub peserta.

“Bagi kami, terpenting adalah semua klub peserta Liga 1 dan Liga 2 harus bersih, tidak punya utang pada pemain atau perangkat pertandingan lainnya,” ujar Heru.

Selain bebas tanggungan pada pemain, ofisial, dan perangkat pertandingan, masih ada hal lain yang harus diperhatikan klub. Hal-hal tersebut, menurut Heru, adalah pemenuhan kewajiban mematuhi prosedur penggunaan pemain, ofisial atau perangkat pertandingan asing.

“Mereka mutlak memiliki KITAS dan IMTA, sebelum diturunkan ke lapangan,” tuturnya.

Sebelumnya, BOPI telah memastikan kesiapan mereka untuk menjalankan prosedur verifikasi pada peserta kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2018. Kol (Cba) Iman Suroso kembali dipercaya untuk memimpin tim tersebut.

Ketua Umum BOPI, Mayjen (purn) Noor Aman memastikan bahwa musim 2018 proses verifikasi akan diperketat. Hal tersebut dilakukan mengingat wajah kompetisi sepakbola profesional di negeri ini masih memperlihatkan bebeberapa masalah yang mendasar. Bukan saja terkait dengan usaha peningkatan prestasi dan kepatuhan terhadap hukum negara, tapi juga masalah fairplay yang berkecenderungan menodai usaha pengembangan industri olahraga.

Lebih lanjut, senada dengan Noor Aman, Heru Nugroho menggaris bawahi prosedur verifikasi ketat yang akan dilakukan BOPI. Pasalnya, menurut Heru, berdasar pengalaman verifikasi pada tahun-tahun sebelumnya, masih ada klub-klub yang sebenarnya belum memenuhi persyaratan sebagai klub profesional, tapi dapat diluluskan. Hal ini, sambungnya, karena ada semacam toleransi yang diberikan pemerintah.

“Tahun ini  kami yakin pemerintah tidak akan memberikan toleransi lagi, karena persepakbolaan nasional terutama yang aktif di sektor profesional, harus dapat memperbaiki diri, agar mendapat apresiasi total dari masyarakat dan para sponsor,” tandas Heru. (rel)