Home / ACEH / Tahun 2017, Ada 1.528 Temuan Illegal Logging di Kawasan Ekosistem Leuser

Tahun 2017, Ada 1.528 Temuan Illegal Logging di Kawasan Ekosistem Leuser

Pihak kepolisian Resort Aceh Timur saat mengamankan pelaku perambahan hutan beberapa waktu lalu di kawasan simpang Jernih, Aceh Timur. (Zamzami Ali/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Forum Konservasi Leuser (FKL) mencatat sebanyak 1.528 kasus pembalakan liar (illegal logging) yang terjadi sepanjang tahun 2017 di Kawasan Ekosistem Leuser (FKL).

Hal itu disampaikan oleh Database Manager FKL, Ibnu Hasyim, saat menggelar konferensi pers bersama Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) di Banda Aceh, Senin, 15 Januari 2018.

Baca Juga: Tahun 2017, 17.333 Hektare Hutan Aceh Rusak

Ini Rincian ‘Sumbangan’ Deforestasi dari 23 Kabupaten/Kota di Aceh

Dalam kesempatan itu, Ibnu Hasyim juga memaparkan berbagai penemuan oleh pihaknya di 12 kabupaten yang masuk kedalam KEL. Selain itu, 7.421.30 M3 kayu hasil illegal logging juga berhasil ditemukan.

“Temuan terbanyak ada di Aceh Tamiang (308 kasus, 461,6 M3 kayu) kemudian Aceh Timur (217 kasus, 597,2 M3 kayu) dan Aceh Selatan (210 kasus, 4.783,90 M3 kayu),” papar Ibnu Hasyim.

Selain itu, tim patrol FKL yang melakukan monitoring sebanyak 158 kali sepanjang tahun 2017 juga menemukan sebanyak 107 camp yang diduga kuat milik para pelaku illegal logging (pembalak).

“Camp yang kita temukan langsung dibakar. Sedangkan para pembalak yang memenuhi unsur pidana telah kita laporkan ke pihak berwajib. Kasusnya ada yang sudah di persidangan bahkan ada yang telah divonis penjara,” kata Ibnu Hasyim.

Berikut data lengkap kasus illegal logging yang terjadi di KEL sepanjang 2017 ;

Sumber: Database Forum Konservasi Leuser (FKL).

Baca Juga: FKL: Deforestasi Faktor Utama Pemicu Konflik Gajah dan Manusia