Home / ACEH / 1.338 Hektare Hutan Aceh Timur Rusak, Terparah di Aceh Utara

1.338 Hektare Hutan Aceh Timur Rusak, Terparah di Aceh Utara

Salah satu potret deforestasi yang terjadi di Aceh Timur, illegal logging. (Zamzami Ali/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Sepanjang tahun 2017, tercatat sebanyak 1.338 hektare (ha) hutan di Kabupaten Aceh Timur rusak atau mengalami deforestasi. Aceh Timur berada di urutan kelima dari 23 kabupaten/kota di Aceh.

Deforestasi sendiri dapat diartikan sebagai proses penghilangan hutan alam dengan cara penebangan untuk diambil kayunya atau mengubah peruntukan lahan hutan menjadi non hutan seperti pembukaan lahan dan pembukaan jalan baru serta pembangunan lainnya.

Baca: FKL: Deforestasi Faktor Utama Pemicu Konflik Gajah dan Manusia

Hal tersebut disampaikan oleh GIS Manager Yayasan HAkA, Agung Diwinurcahya bersama Database Manager Forum Konservasi Leuser (FKL), Ibnu Hasyim, saat menggelar konferensi pers dengan sejumlah awak media di Banda Aceh, Senin, 15 Januari 2018.

Baca: Tahun 2017, 17.333 Hektare Hutan Aceh Rusak

“Luas tutupan areal hutan di Kabupaten Aceh Timur pada tahun 2016 sebesar 241.553 ha dan turun ke angka 240.216 ha di tahun 2017,” kata Agung.

Dalam melakukan pemantauan, HAkA terbilang canggih karena menggunakan tekonologi penginderaan jarak jauh dari citra satelit sehingga mampu mendeteksi tingkat kerusakan hutan, mendeteksi titik api dan lain sebagainya.

“Ada 1.338 ha hutan yang rusak, hancur atau hilang di Aceh Timur dan secara keseluruhan Aceh mengalami deforestasi sebanyak 17.333 ha sepanjang tahun 2017,” kata Agung Dwinurcahya.

Deforestasi yang terjadi di Aceh Timur, jelasnya, terdiri dari 671 ha kawasan APL, 501 ha kawasan hutan produksi dan 166 ha terjadi di kawasan hutan lindung.

Ia juga mengatakan, tiga kabupaten penyumbang  tingkat kerusakan hutan terbesar di Aceh adalah Aceh Utara (2.348 ha), Aceh Tengah (1.928 ha) dan Aceh Selatan (1.850 ha). Kemudian di posisi keempat ada Simeulue (1.833) ha.

“ Secara keseluruhan, Aceh Timur berada di posisi kelima dengan luas deforestasi mencapai 1.338 ha,” kata Agung Dwinurcahya.