Home / ACEH / AWSC 2018 akan Diikuti 8 Negara

AWSC 2018 akan Diikuti 8 Negara

Pembina AWSC, M Zaini Yusuf. (Muhammad Fadhil/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Turnamen sepakbola bertaraf Internasional Aceh World Solidarity Cup (AWSC) 2017 yang berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, 2-6 Desember 2017 berjalan sukses.

Kirgizstan keluar sebagai juara setelah mengalahkan Indonesia dengan skor 1-0 dalam laga terakhir yang berlangsung, Rabu sore, 6 Desember 2017.

Pembina AWSC, M Zaini Yusuf menjelaskan bahwa kesuksesan AWSC 2017 menjadi modal penting bagi Aceh untuk melaksanakan even serupa pada tahun depan.

“Segala kekurangan akan kami benah supaya tahun depan lebih baik,” kata Zaini kepada wartawan Rabu malam, 6 Desember 2017 di Stadion Harapan Bangsa.

Tahun depan, AWSC bakal diikuti oleh 8 negara. Namun, Zaini tidak merincikan negara-negara mana saja yang bakal diundang.

“Yang jelas kita berencana mengundang 8 negara yang membantu Aceh saat tsunami 2004 silam,” sebut Zaini.

Untuk kesuksesan acara tahun depan, Zaini akan mengusulkan renovasi lapangan dan pembangunan satu stadion lagi pada Pemerintah Aceh.

“Kita berharap pemerintah Aceh dan pusat dapat membangun satu stadion lagi di Aceh,” ujar adik kandung Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf ini.

“Tahun depan juga kita berencana mengadakannya pada musim tidak hujan,” sambungnya.

Zaini juga mengatakan bahwa AWSC bakal menjadi agenda rutin pemerintah Aceh. Rencananya, turnamen itu bakal ada penambahan tim peserta setiap tahunnya.

“Jika jadi agenda FIFA maka kalau tidak salah saya ada 53 negara donatur saat tsunami bisa kita undangan ke sini, mengenai jadwal akan ditentukan kembali apakah setiap tahun atau dua tahun sekali,” sebut Zaini.

Promotor AWSC, Simon Barata menjelaskan, keputusan panitia mendesain piala AWSC mirip dengan piala dunia memiliki alasan yang kuat.

Sebelum kompetisi, pihaknya sudah mencoba mendesain beberapa macam bentuk, namun akhirnya bentuk demikianlah yang paling cocok.

“Piala dunia yang diadakan oleh FIFA khusus untuk dunia secara umum, tetapi yang diadakan oleh Pemerintah Aceh piala dunia solidaritas yang bakal diikuti oleh 53 negara nanti suatu saat,” jelasnya.

Piala AWSC yang mirip dengan piala dunia. (Muhammad Fadhil/Klikkabar)

Dalam kesempatan yang sama, Sekjend Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Heru Nugraha mengapresiasi seluruh panitia pelaksana yang telah sukses menggelar even itu.

Menurutnya, bukan suatu hal yang mudah melaksanakan even bertaraf ineternasional dengan persiapan hanya empat bulan.

Ia juga menjelaskan tujuan dilaksanakan AWSC yang menunai pro dan kontra dari masyarakat Aceh. Mengingat memori 2004, Heru yang juga terlibat dalam salah satu LSM pasca tsunami Aceh mengaku tahu benar kondisi Aceh saat itu.

“Setelah Aceh bangkit, negara-negara donatur itu berharap kebersamaan kita tetap terjaga, apakah dengan reuni dan lain sebagainya, saya kira sepakbola hal yang sangat tepat untuk kita reuni dengan mereka, semoga kebersamaan ini tetap terjaga,” jelas Heru. []