Home / ACEH / Banjir di Aceh Utara Kian Parah

Banjir di Aceh Utara Kian Parah

Warga menerobos banjir di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (5/12). (Rahmad/Antara)

KLIKKABAR.COM, ACEH UTARA – Banjir yang merendam 23 dari 27 kecamatan di Aceh Utara termasuk Lhoksukon, ibu kota kabupaten, dilaporkan semakin parah.

Pada Selasa kemarin, selain permukaan banjir semakin tinggi, cakupan bencana juga meluas, pengungsi terus bertambah. Jalan Nasional Banda Aceh-Medan di kawasan Landing mulai terendam pada Selasa (5/12) setelah sehari sebelumnya banjir juga merendam jalan antar provinsi tersebut di pusat Kecamatan Lhoksukon yaitu Desa Kuta Lhoksukon.

Aktivitas perkantoran, perdagangan, dan layanan publik lainnya termasuk pendidikan hingga kemarin masih lumpuh. Ketinggian air bertambah setelah hujan deras mengguyur lagi pada Senin sore.

Titik pengungsi di Kecamatan Lhoksukon yang sebelumnya 34 titik dengan jumlah pengungsi sekitar 11.458 jiwa/3.061 KK bertambah menjadi 14.390 jiwa/3.873 KK tersebar di 43 titik.

Menurut Kabag Humas Pemkab Aceh Utara, T Nadirsyah, titik pengungsian yang bertambah masing-masing di Desa Asan 150 KK/470 jiwa, Desa Pulo Dolang 33 KK/130 jiwa, Geumata 75 KK/295 jiwa, Alue Buket 50 KK/205 jiwa, Matang Munye 45 KK/180 jiwa, Ulee Barat 65 KK/260 jiwa, Alue Drien 52 KK/288 jiwa, Alue Tingkeum 48 KK/164 jiwa, Bintang Hu 34 KK/136 jiwa, dan Ranto 130 KK/467 jiwa.

Dari 23 kecamatan yang masih direndam banjir, korban dari 15 kecamatan masih mengungsi, termasuk korban dari Kecamatan Lhoksukon. Data sementara hingga kemarin, pengungsi dari Matangkuli (4.848 dari 1.313 jiwa di 13 titik), Pirak Timu 10 titik sebanyak 8.802 jiwa dari 1.878 KK, Baktiya enam titik dengan jumlah 1.224 dari 308 KK, Syamtalira Aron lima titik sebanyak 1.450 jiwa dari 424 KK, Baktiya Barat empat titik sebanyak 133 KK/532 jiwa.

Berikutnya, korban dari Kecamatan Seunuddon, Tanah Jambo Aye, Tanah Luas, Langkahan, Sawang, Muara Batu, Simpang Keuramat, Lapang jumlah titik pengungsi bervariasi antara satu hingga dua titik di masing-masing kecamatan.

“Tim masih siaga di lokasi untuk memantau perkembangan karena kecenderungan banjir bertambah parah apalagi kalau turun hujan susulan,” kata Kabag Humas Pemkab Aceh Utara.

Seorang warga Kecamatan Pirak Timu, Teuku Faisal Razi mengatakan, korban banjir dari kecamatan itu sangat membutuhkan bantuan logistik dan layanan kesehatan.

“Memang tak ada tempat untuk membuat posko, karena terendam banjir. Tapi kita berharap ada petugas medis yang bisa memantau langsung ke setiap lokasi pengungsi, karena ada warga yang sudah mulai diserang penyakit seperti demam dan gatal-gatal,” kata Faisal.

Pengungsi banjir di Kota Lhokseumawe juga dilaporkan terus bertambah. Jika sebelumnya hanya dua desa yang terendam, pada Selasa kemarin bertambah dua desa lagi yaitu Ujong Blang dan Hagu Teungoh, Kecamatan Banda Sakti.

Koordinator Tagana Lhokseumawe, Samsul Bahri menyebutkan, untuk Desa Ujong Blang, jumlah pengungsi sebanyak 3 KK/15 jiwa. Mereka mengungsi ke balai desa setempat. Untuk Desa Hagu Teungoh, jumlah pengungsi sebanyak 10 KK/29 jiwa. Mereka mengungsi ke meunasah desa setempat.

Sedangkan korban banjir di Desa Banda Masen dan Cot Trieng, sampai kemarin masih di pengungsian. (Serambi)