Home / ACEH / UIN Ar-Raniry Kembali Luruskan Titik Nol Peradaban Islam Nusantara

UIN Ar-Raniry Kembali Luruskan Titik Nol Peradaban Islam Nusantara

Mahasiswa Prodi Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry melakukan praktikum arkeologi ke sejumlah makam dan peninggalan arkeologis di kawasan Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 30 September 2017 lalu. (Muhammad Fadhil/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – UIN Ar-Raniry Banda Aceh melalui Fakultas Adab dan Humaniora bekerjasama dengan Dinas Syariat Islam Aceh kembali menggelar seminar international masuknya Islam di Nusantara, Selasa, 5 Desember 2017 mendatang di Aula Asrama Haji, Banda Aceh.

Ketua Panitia, Nasruddin AS mengatakan, seminar lanjutan untuk kembali meluruskan sejarah awal masuknya Islam di Nusantara merupakan hasil rekomendasi dari seminar nasional mempertegas sejarah awal Islam di Nusantara yang diselenggarakan beberapa waktu yang lalu.

“Berdasarkan hasil rekomendasi seminar nasional beberapa waktu yang lalu, kita sepakat kembali menggelar seminar international dengan menghadirkan lebih banyak pakar untuk memperjelas titik nol masuknya Islam ke Indonesia,” kata Nasruddin, Sabtu 2 Desember 2017.

Menurutnya, berdasarkan hasil seminar nasional yang diselenggarakan beberapa waktu yang lalu dengan menghadirkan sejumlah narasumber masing-masing, Prof Dr Azyumardi Azra MA CBE (mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta), Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA (Rektor Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh), dan sejarawan Aceh, Dr Husaini Ibrahim MA, ketiga narasumber sepakat dan menyakini bahwa Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara bukan merupakan titik nol masuknya Islam ke Nusantara.

“Menurut Pak Azyumardi, Pasailah tempat pertama masuknya Islam ke Nusantara. Menurut Pak Rektor Farid Wajdi, Peureulak di Aceh Timurlah titik nol masuknya Islam ke Nusantara. Sedangkan Husaini Ibrahim meyakini berdasarkan penelitiannya terhadap batu-batu nisan Aceh bahwa titik nol masuknya Islam ke Nusantara justru Lamuri di Aceh Besar,” katanya.

Oleh karena itu, kata Nasruddin sebagai upaya untuk mempertegaskan awal masuknya Islam di Nusantara pihaknya kembali menggelar Seminar International dengan menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya, Prof. Dr. Othman Mohd. Yatim (Universiti Malaya), Prof. Dr. Oman Fathurrahman, MA (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA (UIN Ar-Raniry Banda Aceh), Dr. Phill. Ichwan Azhari, MA (Universitas Negeri Medan) dan Dr. Tgk. Ajidar Matsyah, Lc, MA (UIN Ar-Raniry Banda Aceh).

Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh 350 orang peserta yang terdiri dari Dosen UIN Ar-Raniry, perwakilan kampus seluruh Aceh, pakar dan peminat sejarah serta masyarakat umum yang selama ini bergelut dalam bidang sejarah. (rel)