Home / ACEH / Peran Strategis Ulama dalam Penerapan Syari’at Islam Kaffah

Peran Strategis Ulama dalam Penerapan Syari’at Islam Kaffah

Ilustrasi, algojo saat mencambuk pelanggar syariat Islam, Selasa 18 April 2017, di Masjid Lambaro Skep Banda Aceh (Athaillah/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Dalam rangka pelaksanaan Syariat Islam secara kaffah, maka peran ulama amat strategis, baik dalam proses pembentukan Qanun-Qanun Syariat, maupun dalam menjalankannya, terutama dalam peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap Syariat Islam secara menyeluruh di Aceh.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Aceh, Drs Dermawan MM, saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Aceh, Drh Irwandi Yusuf M Sc, pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Ulama Dayah se-Aceh Tahun 2017, di Aula Hotel Mekah, Senin, 27 November 2017.

“Untuk menjalankan tugas tersebut, maka Pemerintah Aceh memberikan dukungan dan perhatian serius terhadap peran dan fungsi ulama dayah dalam pembangunan Aceh, termasuk lembaga pendidikan dayah. Perhatian dan dukungan terhadap infrastruktur, penguatan sumberdaya manusia dan manajemen tata kelola dayah menjadi fokus Pemerintah Aceh ke depan,” kata Sekda.

Di Aceh, sambung Sekda, lembaga pendidikan dayah memiliki kedudukan yang sama dengan lembaga pendidikan lain seperti sekolah dan madrasah. Alumni dayah memiliki kesempatan yang sama dan tidak ada lagi perbedaan dengan lulusan sekolah dan madrasah, dalam partisipasi aktif bagi pembangunan Aceh.

Sekda menambahkan, kebijakan dan program Aceh Carong, Aceh Teuga, Aceh Kaya dan Aceh Meuadab yang digagas Pemerintah Aceh adalah program nyata yang bertujuan untuk mewujudkan kedamaian, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat di bawah lindungan Allah.

“Oleh karena itu, lulusan dayah diharapkan mampu mengambil peran dalam pembangunan berkelanjutan. Pemerintah Aceh akan terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai kebijakan pembangunan strategis dalam bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan dan sosial budaya.”

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Koordinasi dan silaturrahmi ulama dayah dalam rangka memperkuat sinergi kelembagaan pendidikan dayah’ ini diikuti oleh 400 ulama dayah se-Aceh.

Sejumlah ulama kharismatik Aceh turut hadir dalam kegiatan yang akan berlangsung hingga hari ini, Selasa, 28 November 2017, di antaranya Tgk Amin Keumala, Tu Sop, Waled Marhaban, Aba Lamno. (rel)