Home / ACEH / IMM Aceh Desak Jamaludin T Muku Minta Maaf

IMM Aceh Desak Jamaludin T Muku Minta Maaf

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Kabid Hikmah Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Aceh menyesalkan pernyataan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Jamaluddin T Muku yang menuding aksi mahasiswa saat menuntut percepatan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2018 pada, Jum’at kemarin, 24 November 2017 ada yang mensponsori.

Khairul Azmi meminta yang bersangkutan untuk menarik kembali ucapannya dan juga segera menyampaikan permohonan maaf atas tuduhannya tersebut yang menuding aksi mendesak percepatan pengesahan APBA 2018 oleh IMM itu disponsori.

“Maka dengan itu kami dari DPD IMM Aceh, meminta kepada bapak Jamaluddin T Muku dari fraksi partai Demokrat agar segera meminta maaf kepada organisasi IMM atas tuduhan bahwa aksi yang kami lakukan kemarin ada yang sponsori,” kata Khairul Azmi dalam rilis yang derima Klikkabar.com, Sabtu 25 November 2017.

Khairul mengingatkan, jika dalam beberapa hari kedepan yang bersangkutan juga tidak menyampaikan permohonan maaf atas tuduhannya tersebut, maka dalam waktu dekat mereka akan kembali melakukan aksi serta menempuh jalur hukum sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Sebelumnya, saat aktivis IMM melakukan aksi menuntut pengesahan APBA 2018 harus tepat waktu ke gedung DPRA, mereka dijumpai oleh beberapa orang anggota dewan diantaranya Iskandar Usman Al-Farlaky dari Partai Aceh, Abdurrahman Ahmad dari Gerindra, Jamaluddin T Muku dari partai Demokrat serta beberapa orang lainnya.

Saat merespon aksi para mahasiswa itu, Jamaluddin T Muku sedikit membuat peserta aksi merasa tersentuh lantaran dirinya mengatakan senang dengan adanya kritikan supaya anggota dewan tidur. Kita senang dikritisi, tapi jangan sedikit, rame-rame, sponsornya harus betul-betul,” ucap Jamaluddin T Muku dihadapan para mahasiswa itu.

Khairul menegaskan, IMM ini bukan lembaga yang berafiliasi dengan partai politik, sehingga tidak ada kepentingan apapun dari aksi tersebut selain hanya menyampaikan aspirasi demi kesejahteraan rakyat Aceh. Dan mereka masih sanggup membiayai setiap kegiatan serta pergerakan dengan integritas tinggi tanpa bisa diukur pakai uang recehan.

“Jadi kami tidak butuh uang receh, alhamdulillah integritas dan moral kami belum mampu dibeli dengan uang recehan,” tegasnya.

Kata Khairul, sesuai dengan amanah Undang-Undang no 9 tahun 1998 tentang azas dan tujuan penyampaikan pendapat pendapat didepan umum. Dan setiap hak warga negara wajib diperjuangkan dengan hati nurani untuk bila langkah tersebut demi hak masyarakat Aceh.

“Aksi yang kami lakukan kemarin untuk mengingatkan anggota dewan, seharunya berterima kasih, bukan malah menuduh dengan perkataan yang tidak mencerminkan seorang angota dewan,” pungkas Khairul Azmi yang juga aktivis Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) itu. []