Home / ACEH / UUPA Bukan Hanya Soal Bendera, Hymne dan Lambang Aceh

UUPA Bukan Hanya Soal Bendera, Hymne dan Lambang Aceh

Kamaruddin, SH. (Zamzami Ali/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA) bukan hanya mengatur dan mementingkan bendera dan hymne Aceh serta lambang Aceh semata. Meski kedua hal itu merupakan turunan dari UUPA yang ‘wajib’ direalisasikan pasca perjanjian perdamaian RI-GAM pada 2005 silam.

Meski telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), kedua ‘item’ tersebut belum diberikan sepenuhnya kepada Aceh oleh Pemerintah Pusat. Padahal, masih banyak ‘item’ lain yang harus segera dipenuhi oleh pusat sebagai imbas dan konsekuensi dari perjanjian MoU Helsinki hingga berujung pada berakhirnya konflik bersenjata di Bumi Serambi Mekah.

Hal itu dikatakan oleh Kamaruddin, SH, pengacara yang saat ini tengah membela UUPA lewat permohonan judicial review di Mahkamah Konstitusi (MK), sewaktu memberikan arahan dan sambutannya di acara Silaturrahmi Bersama Warga Simpang Ulim di Desa Pucok Alue Dua, Simpang Ulim, Aceh Timur, Senin, 20 November 2017.

Rakyat Aceh dikatakan Kamaruddin, harus menyadari bahwa UUPA adalah aset paling berharga yang harus diselamatkan karena UUPA bukan hanya mengatur tentang bendera dan hymne saja sebagai identitas Aceh yang sejatinya sudah menjadi hak Aceh.

UUPA juga mengatur tentang kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan rakyat Aceh. Jadi sangat keliru jika ada pihak yang menyalahkan para pembela UUPA apalagi sampai menyebutnya sebagai pihak yang memiliki kepentingan saat membela UUPA.

“Jika UUPA dicabik-cabik dan dikuliti sedikit demi sedikit, percaya atau tidak itu adalah sebuah malapetaka bagi Aceh. Saya sebagai putra Aceh siap pasang badan untuk itu dan saat ini saya sedang melakukannya,” kata Kamaruddin.

Mohon Doa Maju ke Senayan

Dalam kesempatan yang sama, advokat muda itu juga berkesempatan meminta izin, doa sekaligus dukungan dari ratusan masyarakat yang hadir, terkait keinginannya hendak maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Kamaruddin juga mengatakan, keinginannya maju ke Senayan semata-mata hanya karena ingin bekerja dan mengabdikan dirinya terutama dalam hal memperjuangkan hak-hak dan aspirasi rakyat Aceh di pantai timur Aceh khususnya di Dapil II dan Aceh pada umumnya.

“Doa dan dukungan yang saudara berikan, akan semakin memantapkan niat saya untuk berbuat dan bekerja untuk rakyat di masa yang akan datang,” bebernya.

“Hana lon cet langet, Insya Allah akan ta peugoet peu yang ka reuloh dan akan ta puwoe pue yang ka gadoeh. (Saya tidak akan bermimpi atau mengumbar janji, Insya Allah kita akan perbaiki apa yang telah rusak dan kita akan kembalikan apa yang sudah hilang),” tegas Kamaruddin.

Baca Juga: KPA Peureulak: Untuk Apa MoU Helsinki?