Home / ACEH / Film Mimpi untuk Bangsa Karya Anak Aceh Raih Penghargaan

Film Mimpi untuk Bangsa Karya Anak Aceh Raih Penghargaan

KLIKKABAR.COM, PADANG – Empat putra Aceh kembali meraih prestasi dalam perlombaan short film yang diselenggarakan oleh UKFF (Unit Kegiatan Film dan Fotografi) Universitas Negeri Padang. Padang, 5 November 2017.

Keempat peserta yang berhasil meraih kategori film sinematografi se-sumatera ini adalah Nuzul Hikam, Amar Fakhri, Khalid Sultana Xeba dan Khairul Muluk. Mereka merupakan siswa SMK Darul Ihsan, Aceh Besar.

Nuzul saat dihubungi mengatakan, waktu pengumpulan dokumen pendaftaran sekaligus pengumpulan karya short film berkisar pada tanggal 20-27 Oktober 2017. Adapun pengumuman perlombaan dan pemutaran 10 nominasi film terbaik terkait hasil pemilihan 3 juri proffesional adalah pada tanggal 4 November 2017.

“Alhamdulillah, kami santri SMK Darul Ihsan Nuzul Hikam, Amar Fakhri, Khalid Sultana Xeba, Khairul Muluk menduduki juara “terbaik” pada festival film pelajar SMA/se-derajat se-Sumatera dalam kategori sinematografi.” Pungkas Nuzul dengan rasa bangga.

Menurutnya, Peserta dari Aceh satu-satunya yang memenangkan lomba adalah SMK Darul Ihsan. Atas prestasi tersebut pihaknya mendapatkan sejumlah uang tunai, hadiah dan piagam penghargaan.

Tentang Film Mimpi Untuk Bangsa

Film mimpi untuk Bangsa ini bercerita tentang seorang anak SMA, yaitu Habib Syauqi yang disekolahkan oleh ayahnya di sebuah Pesantren di Aceh, ayahnya berpesan untuk serius belajar dan menjadi pemimpin yang membanggakan bangsa pada masa depan. Namun, kelakuan Habib sangat nakal di pesantren, dia bolos sekolah untuk berhura -hura dengan kawannya. Tapi ketika itu, Habib diberitakan bahwa ayahnya meninggal, dia pun frustasi dikamarnya dan tertidur, didalam tidurnya Habib mimpi bertemu ayahnya yang memberikan wasiat berat kepada Habib.

Kemudian Ridwan, seorang teman sekamar Habib, mengejutkan Habib yang sedang bermimpi, Habib pun menceritakan mimpi itu kepada Ridwan. Sejak saat itu, Ridwan dan Habib menjadi sahabat karib, Ridwan selalu memberi dorongan dan semangat kepada Habib.

Hingga suatu hari jauh setelah mereka berpisah karena tamat pesantren, mereka bertemu kembali di kantor Habib dalam keadaan sukses.