Home / ACEH / Konflik Gajah dan Manusia, Rocky: Kita Harus Tetap Menjaga Gajah

Konflik Gajah dan Manusia, Rocky: Kita Harus Tetap Menjaga Gajah

Bupati Rocky didampingi para pejabat lainnya menyampaikan arahan saat meninjau lokasi lahan warga yang diamuk gajah di Desa Seumanah Jaya, Kec. Ranto Peureulak, Rabu, 11 Oktober 2017.

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR –Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM. Thaib atau yang akrap disapa Rocky, mengharapkan agar masyarakat untuk menjaga kawasan hutan dan habitat yang ada didalamnya, baik gajah, harimau, orangutan atau berbagai jenis satwa lainnya.

“Kawasan hutan harus dilestarikan, satwa liar seperti gajah juga perlu dilindungi. Untuk meningkatkan ekonomi petani dan pekebun, maka kita akan membangun barier (batas—red) gajah didaerah ini,” kata Bupati Rocky ketika meninjau lahan masyarakat yang menjadi sasaran gajah di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Rabu, 11 Oktober 2017.

Baca: Bangun Barrier, Cara Aceh Timur Redam Konflik Gajah dan Manusia

Kembali Bahas Konflik Gajah Liar, BKSDA dan FKL Temui Bupati Aceh Timur

Mayarakat juga diingatkan agar tidak membunuh gajah seperti meracuni atau tindakan lain, karena pemerintah bergandengan tangan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan lembaga Forum Konservasi Leuser (FKL) akan menyelesaikan konflik gajah dengan manusia.

“Konflik gajah ini perlahan akan selesai, tapi butuh waktu, tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan,” ujar Rocky.

Diharapkan, ladang yang menjadi sasaran gajah liar dalam sepekan terakhir agar masyarakat menghalau dengan petasan. “Gajah dan manusia harus hidup berdampingan, karena satwa liar seperti gajah ini dilindungi undang-undang, sehingga kita harus melindunginya,” tutup Rocky.

Dalam rombongan ikut hadir antara lain Asisten II Setdakab Aceh Timur Usman A. Rachman, SH, MM, Kepala Bappeda Aceh Timur, DR. Maimun, SE.Ak, M.Si, Kepala Disperindag Aceh Timur, T. Reza Rizki, S.STP, M.AP, Kepala Dinas Transmigrasi dan UKM, Mansur, SE, Kepala KP2T Aceh Timur, Iskandar, SH, unsur muspika setempat dan aparatur desa serta tokoh masyarakat.