Home / ACEH / Kembali Bahas Konflik Gajah Liar, BKSDA dan FKL Temui Bupati Aceh Timur

Kembali Bahas Konflik Gajah Liar, BKSDA dan FKL Temui Bupati Aceh Timur

Pertemuan Bupati H. Hasballah HM.Thaib dan pejabat terkait dengan BKSDA Aceh dan FKL di komplek Puspemkab Aceh Timur, Senin, 9 Oktober 2017. (Zamzami Ali/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Menyusul semakin maraknya ‘aksi’ kawanan gajah liar yang memasuki hingga merusak lahan milik warga di sejumlah lokasi di Aceh Timur, membuat Forum Konservasi Leuser (FKL) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, kembali menjumpai Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM. Thaib, Senin, 9 Oktober 2017.

FKL selama ini dikenal sebagai salah satu lembaga donor yang aktif memberikan dukungan dan bekerjasama guna mengatasi konflik satwa liar (gajah-red) yang terjadi khususnya di wilayah Aceh Timur. Pertemuan tersebut juga dilakukan, mengingat peran Bupati Aceh Timur sebagai salah satu unsur tim penanganan masyarakat akibat konflik satwa liar dan manusia.

Sebelumnya, kerjasama Pemkab Aceh Timur dengan BKSDA dan FKL, telah melahirkan Conservation Response Unit (CRU) yang terletak di Kecamatan Serbajadi. Empat ekor gajah jinak milik BKSDA bersama sejumlah Mahout ditempatkan disana guna menghalau dan menggiring kawanan gajah liar yang kerap memasuki pemukiman penduduk.

Dinas Kehutanan dan Perkebunan setempat juga berperan besar dalam penyelesaian konflik gajah liar sejak peresmian CRU pada awal 2016 silam. Namun, menyusul kebijakan Pemerintah Aceh yang mengambil alih instansi tersebut sejak awal 2017, maka peran Dishutbun secara otomatis juga hilang.

Selain itu, pada pertengahan 2016 lalu, pembangunan barrier (pembatas-red) sepanjang 48,9 KM dengan lebar 4 meter dan kedalamannya mencapai 5 meter juga telah dikerjakan dan saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Barrier dibangun bertujuan untuk menciptakan pembatas agar kawanan gajah liar tidak dapat lagi melewati dan turun ke pemukiman penduduk.

Nah, berbagai permasalahan seperti kelanjutan pembangunan barrier, intensitas konflik gajah liar yang semakin tinggi, berbagai masalah dan kendala yang ada di CRU Serbajadi serta minimnya kontribusi berbagai pihak yang seharusnya terlibat, ikut dibicarakan dalam pertemuan yang berlangsung hampir 3 jam itu.

Baik Bupati Aceh Timur, BKSDA maupun FKL silih berganti saling memberikan pendapat dan masukan guna mempercepat penyelesaian konflik gajah dan manusia yang sudah terjadi sejak belasan tahun silam di Kabupaten Aceh Timur.

Pertemuan itu dihadiri oleh Bupati Aceh Timur H. Hasballah HM.Thaib, Asisten II Setdakab Aceh Timur Usman A. Rachman, Manager FKL Rudi Putra, Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo, Ka TU BKSDA Aceh Handoko, Kasi BKSDA Wilayah I Dedi Irvansyah dan sejumlah kepala SKPK serta pejabat terkait lainnya.

 

BACA JUGA: Bangun Barrier, Cara Aceh Timur Redam Konflik Gajah dan Manusia

Inilah Titik-titik Penghalang Gajah di Aceh Timur

FKL Hibahkan 10 Ha Lahan Tambat Gajah di CRU Serbajadi