Home / ACEH / Mahasiswa Bireuen di Banda Aceh Minta Perhatian Pemkab

Mahasiswa Bireuen di Banda Aceh Minta Perhatian Pemkab

Ketua Umum PB Himabir, Zulkarnaini. (Muhammad Fadhil/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Bireuen (PB Himabir) Banda Aceh, Zulkarnaini berharap pemerintah kabupaten setempat agar memperhatikan mahasiswa Kabupaten Bireuen yang menempuh pendidikan di Banda Aceh, khususnya yang bernaung di bawah payung PB Himabir.

Menurutnya, selama satu periode ke belakang, mahasiswa Bireuen di Banda Aceh mengeluhkan sempitnya peluang memperoleh beasiswa dari kabupaten setempat.

Hal tersebut dikatakan Zulkarnaini dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) ke-V untuk memilih ketua baru satu periode ke depan di Asrama Mahasiswa Bireuen, Tibang, Banda Aceh, Sabtu, 7 Oktober 2017.

“Salah satunya contoh yang sangat ribet yaitu saat mengurus berkas, kami harus pulang ke Bireuen dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” kata Syeh Joel, sapaan akrab Zulkarnaini.

BACA: Pilih Ketua Baru, PB Himabir Bermusyawarah

Selain itu, Syeh Joel juga meminta Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk berkaca pada kabupaten-kabupaten lainnya, terutama soal pembinaan paguyuban.

“Semoga ke depan kita sama-sama membantu untuk Himabir yang lebih maju,” harapnya.

Bupati Bireuen, Saifannur yang diwakili oleh Asisten I Pemkab Bireuen, Mursyid menanggapi hal tersebut. Ia berjanji akan meneruskan keluhan mahasiswa Bireuen itu pada bupati yang baru dilantik.

Ia mengatakan, tahun lalu beasiswa untuk mahasiswa Bireuen dianggarkan sekitar 1 miliar, tetapi pendaftar hampir 6000 orang.

Menurutnya, hal tersebut sesuatu yang tak rasional mengingat jumlah pendaftar tak sesuai dengan yang dianggarkan.

“Insya Allah dengan kebersamaan dan kepemimpinan baru, bersama bupati terpilih kita mahasiswa dan bersama-sama mencari solusi sehingga ke depan ada perubahan,” ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Ikatan Masyarakat Kabupaten Bireuen (IMKB) Banda Aceh, Dr Amri.

Ia menilai, beasiswa yang pernah dianggarkan oleh Pemkab Bireuen tahun lalu seperti beasiswa politik.

Ketua IMKB, Dr Amri. (Muhammad Fadhil/Klikkabar)

“Beasiswa 700 ribu, mahasiswa di Banda Aceh pulang ke Bireuen untuk urus berkas habis uang 300 ribu untuk biaya transportasi dan makan di Seulawah,” kata Amri disambut gelak tawa hadirin.

“Ini bukan saya menyudutkan kalian mahasiswa dan Pemkab Bireuen ya,” tambahnya.

Ia berharap ke depan agar semua pemangku kepentingan di Bireuen untuk sama-sama memikirkan nasib mahasiswa yang kuliah di Banda Aceh.

“Tokoh-tokoh Bireuen harus bersama-sama mahasiswa untuk mencari solusi ini,” jelasnya. []

REPORTER: MUHAMMAD FADHIL