Home / BERITA TERBARU / NASA Siaga Satu, Asteroid Besar Terdeteksi akan Menabrak Bumi

NASA Siaga Satu, Asteroid Besar Terdeteksi akan Menabrak Bumi

Foto: Shutterstock

KLIKKABAR.COM – Kabar sebuah asteroid besar yang akan menabrak bumi ditanggapi serius oleh Badan Antariksa Amerika Serikat, (NASA). Bahkan NASA Siaga Satu dengan menyiapkan roket yang bisa menembak sebuah asteroid untuk menangkisnya  saat akan jatuh ke bumi.

Seperti dilansir dari The Sun, Selasa (1/8/2017), NASA saat ini menggelar latihan menembakan roket, dengan menugaskan sebuah pesawat ruang angkasa yang akan menembakan roket ke asteroid yang disebut Didimos, dengan harapan bisa mengubah arahnya.

Analisis NASA akan membantu ilmuwan menguji proses pengamatan untuk memastikan dan memprediksi dengan tepat di mana batuan ruang angkasa akan meluncur dan akan berada pada waktu tertentu.

NASA mengendus Asteroid bernama 2012 TCP diperkirakan akan melintas dekat Bumi pada 12 Oktober 2017.

Asteroid sebelumnya pernah meledak di atas kota Chelyabinsk di Rusia. Ledakan asteroid itu setidaknya melukai 1.500 orang di Rusia dan merusak lebih dari 7.000 bangunan. Asteroid 2012 TCP diperkirakan berukuran 12 sampai 40 meter. Bahaya asteroid 2012 TCP bahkan diperkirakan akan lebih dahsyat jika dibandingkan dengan asteroid yang pernah meledak di Rusia.

“Asteroid ini sangat berbahaya dan kekuatannya mungkin akan mampu menghancurkan apapun tergantung di mana ia akan meledak,” ujar Judit Györgyey-Ries, astronom di University of Texas McDonald Observatory

Asteroid seukuran rumah sebelumnya juga ditemukan pada 4 Oktober 2014 oleh observatorium Pan-STARRS, di Hawaii. Seminggu kemudian, asteroid itu mendekati Bumi dengan jarak yang sangat dekat sekira 94.800 km.

Astroid 2012 TC4 merupakan obyek memanjang dan berputar sangat cepat dan telah dikenal membuat banyak pendekatan dekat dengan Bumi di masa lalu. Sekarang, para ilmuwan mencoba untuk menentukan di wilayah mana tepatnya 2012 TCP akan terbang dan memperkirakan dampak yang mungkin ditimbulkan.

“Kesempatan (asteroid) untuk menghantam Bumi hanya 0,00055 persen,” tambah Judit Györgyey. Keyakinan astronom asal Amerika Serikat tersebut juga didukung oleh astronom lainnya dari badan antariksa Eropa ESA, Detlef Koschny. Menurutnya ukuran asteroid 2012 TCP yang diperkirakan sangat besar belum terbukti dan harus diteliti lagi.

“Peluang asteroid 2012 TCP untuk meledak ialah satu berbanding satu juta dan ukuran asteroid biasanya akan dilihat dari kecerahannya, tapi kita tidak tahu refleksitasnya jadi ukuran asteroid itu bisa lebih kecil atau lebih besar,” ujar Detlef Koschny.

Menurut data, terhitung hingga 12 April 2015, terdapat 1.572 asteroid yang berpotensi berbahaya bagi Bumi terdeteksi. Tak satu pun dari asteroid itu diketahui pada jalur tabrakan dengan Bumi, meskipun para astronom hampir selalu menemukan asteroid yang baru setiap saat.

“Ini adalah target yang tepat untuk latihan semacam itu karena sementara kita tahu orbit TC4 2012 cukup baik untuk benar-benar yakin itu tidak akan berdampak pada Bumi, kita belum menentukan jalannya yang tepat dulu,” kata pakar NASA Paul Chodas.

“Ini akan menjadi kewajiban bagi para observatorium untuk memperbaiki asteroid saat mendekati, dan bekerja sama untuk mendapatkan pengamatan lanjutan daripada membuat perkiraan orbit asteroid yang lebih halus.”

Badan Koordinasi Pertahanan Planetary Badan antariksa AS bertanggung jawab untuk menemukan, melacak dan mengkarakterisasi asteroid dan komet yang berpotensi berbahaya di dekat Bumi, mengeluarkan peringatan tentang dampak yang mungkin terjadi, dan membantu koordinasi perencanaan tanggapan pemerintah A.S. seandainya ada ancaman dampak yang sebenarnya. (SINDONEWS | THE SUN)