Home / ACEH / Kembali Pimpin Aceh Timur, Duet Kombatan GAM Ini Ukir Sejarah

Kembali Pimpin Aceh Timur, Duet Kombatan GAM Ini Ukir Sejarah

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf saat melantik H. Hasballah HM.Thaib dan Syahrul Bin Syamaun di Gedung DPRK Aceh Timur di Idi, Kamis, 13 Juli 2017. (Zamzami Ali/Klikkabar).

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Kamis, 13 Juli 2017 lalu, Aceh Timur baru saja mencatatkan sejarah, dimana untuk yang pertama kalinya daerah ini dipimpin kembali oleh Bupati dan Wakil Bupati yang sama selama dua periode secara beruntun.

Baca: Irwandi Yusuf Resmi Lantik Rocky-Linut

Adalah H. Hasballah HM.Thaib dan Syahrul Bin Syamaun, dua sosok mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang saat ini juga menjabat posisi penting di tubuh Partai Aceh (PA).

H. Hasballah HM.Thaib atau yang akrab disapa Rocky merupakan Tuha Peut PA Aceh Timur. Sedangkan Syahrul atau yang sering disapa Linut, saat ini masih dipercayai menduduki kursi Ketua DPW PA Aceh Timur.

Gubernur Aceh, drh. H. Irwandi Yusuf, M. Sc, secara resmi telah melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap pasangan ini, dalam Sidang Paripurna Istimewa di Lantai II Gedung DPRK Aceh Timur di Komplek Puspemkab di Idi, Kamis pagi.

Baca: [FOTO] Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur Periode 2017-2022

Rocky-Linut sebelumnya menang dengan susah payah saat harus ‘bertarung’ dengan pasangan Ridwan Abubakar (Nek Tu) dan Tgk. Abdul Rani (Polem) yang maju dari jalur independen di Pilkada 2017 lalu.

Pasangan Nek Tu-Polem ini juga merupakan eks gerilyawan GAM. Lebih dari itu, Nek Tu yang mundur dari kursi DPRA yang telah didudukinya selama dua periode, digadang-gadang mampu mengungguli juniornya itu. Namun, hasil pilkada berkata lain. Pasangan Nek Tu-Polem ternyata hanya mampu mengumpulkan 88.689 suara berbanding 93.228 suara milik Rocky-Linut.

Alhasil, berkat keberhasilan memenangi pertarungan pilkada kemarin, Rocky-Linut pun akhirnya mampu mencatatkan sejarah sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur pertama yang berhasil berkuasa selama dua periode. Pasangan yang tidak pernah terlibat cekcok ini akan memimpin Aceh Timur selama lima tahun kedepan hingga tahun 2022.

Memang, jika kita melihat Aceh Timur dibawah kepemimpinan Rocky-Linut, kawasan yang baru saja mandiri usai berpisah dengan Kota Langsa pada tahun 2001 ini, terlihat semakin hidup dan geliat serta pertumbuhan ekonomi masyarakat terasa semakin meningkat. Diakui atau tidak, Rocky-Linut telah terbukti berbuat banyak untuk kemajuan Aceh Timur.

Perjuangan dan kinerja yang dilakukan selama menjabat, dapat membawa Aceh Timur ke arah yang lebih maju meskipun harus diakui, masih terdapat banyak kekurangan di sana – sini selama masa kepemimpinan mereka.

“Mereka (Rocky-Linut) layak ditasbihkan sebagai pelaku sejarah, dimana mereka mampu memindahkan pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Timur dari Kota Langsa ke Kota Idi. Itu bukan lah sebuah pekerjaan yang mudah,” ujar salah satu pemerhati lingkungan Aceh Timur, Edi Safaruddin, SH, kepada Klikkabar.com beberapa waktu lalu.

Memang, Aceh Timur dulu sangat bergantung kepada Kota Langsa yang notabene nya adalah ibukota Aceh Timur sebelum mengalami pemekaran.

Kota Langsa resmi ‘berpisah‘ dari Aceh Timur pada tahun 2001 dan kemudian disusul dengan pemekaran Aceh Tamiang pada tahun 2002 bersamaan dengan sejumlah wilayah pemekaran lainnya yakni, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Aceh Jaya dan Nagan Raya.

Aceh Timur kala itu bagaikan orang tua yang ‘terusir’ dari rumahnya sendiri. Dimana kedua anaknya, Kota Langsa dan Aceh Tamiang telah menempati rumah yang telah dibangun oleh orang tua mereka sebelumnya dengan susah payah.

Ingatan masyarakat Aceh Timur tentu masih segar tatkala Gubernur Zaini Abdullah pada tahun 2012 silam, melantik Rocky-Linut dibawah guyuran hujan dan beralaskan tempat yang teramat sederhana.

Seusai pelantikan, Rocky bahkan sempat bersumpah tidak akan berkantor lagi di Kota Langsa, meski berbagai aset dan fasilitas termasuk pendopo Aceh Timur saat itu masih dikuasai dan berada di Kota Langsa.

Hal tersebut dilakukan Rocky bukan tanpa alasan, agar Aceh Timur benar-benar bisa maju dan mandiri. Langkah tersebut terasa sangat realistis, mengingat Aceh Timur merupakan kawasan yang kaya akan bidang perikanan, pertanian dan perkebunan. Ditambah lagi, PT Medco E&P Malaka yang akan berproduksi pada 2018 mendatang, akan membuat Aceh Timur jaya dan gemilang jika pemerintahannya mampu dikelola dengan baik. Gemah ripah loh jinawi.

“Pemindahan pusat pemerintahan bukan lah hal yang mudah untuk dilakukan mengingat disaat pemerintahan sebelum mereka menjabat juga pernah mengupayakan hal tersebut namun tak sepenuhnya berhasil,” tambah Safaruddin yang juga berprofesi sebagai lawyer ini.

Di era kepemimpinan Rocky-Linut, Kabupaten Aceh Timur juga telah cukup dikenal baik di tingkat lokal maupun nasional berkat event – event olahraga besar yang berhasil digelar selama ini.

Meski harus diakui pula, kekurangan yang dimiliki juga amatlah banyak, namun Rocky-Linut dinilai oleh sebagian masyarakat telah terbukti bekerja demi kemajuan dan pembangunan Aceh Timur.

Setidaknya, harapan dan kepercayaan masyarakat yang telah diberikan untuk pasangan ini untuk kedua kalinya memimpin Aceh Timur, menjadi tolak ukur kemampuan mereka yang telah terbukti bekerja demi Aceh Timur yang sejahtera dan bermartabat.

Berikut daftar nama-nama Bupati Aceh Timur dari masa ke masa;

1. TM. Daodsjah (1945-1946).

2. T. Radja Pidie (1946).

3. T. Ali (1946).

4. TA. Hasan (1946-1948).

5. Tgk. Maimoen Habsjah (1958-1952).

6. Ibnu Saadan (1953).

7. Zaini Bakri (1952-1953).

8. T. Madja Purba (1953-1954).

9. M. Kasim (1954-1955).

10. Moenar Sastro Amidjojo (1955-1956).

11. Kamaroesid (1956-1958).

12. Tgk. Mohd. Daod (1958-1959).

13. T. Djohansyah (1959-1967).

14. Muhammad Hasbi Usman (1967).

15. Muhammad Nurdin (1967-1973).

16. Drs. Aiyub Yusuf (1973-1977).

17. Drs. Zainuddin Mard (1977-1983).

18. Drs. TM. Bachrum (1983-1984).

19. Drs. Zainuddin Mard (1984-1989).

20. M. Noeh AR (1989-1994).

21. Alauddin AE (1994-1999).

22. Drs. Azman Usmanuddin (1999-2006).

23. Muslim Hasballah (2007-2012).

24. H. Hasballah HM.Thaib (2012-2017).

25. H. Hasballah HM.Thaib (2017-2022).

REPORTER : ZAMZAMI ALI