Home / BERITA TERBARU / Rusia Juga Pernah Ancam Blokir Telegram

Rusia Juga Pernah Ancam Blokir Telegram

Ledakan di Kereta St Petersburg. Foto: AFP PHOTO/STR

KLIKKABAR.COM, JAKARTA- Selain diblokir di Indonesia, Telegram juga pernah diancam akan diblokir di negara asalnya, yaitu Rusia. Apa masalahnya? Ternyata permasalahan utamanya juga sama, yaitu terorisme. Namun pemerintah Rusia punya pendekatan yang berbeda dengan pemerintah Indonesia soal penyebaran propaganda terorisme di layanan pengiriman pesan tersebut.

Pemerintah Rusia meminta Telegram untuk memberikan kunci untuk membuka enkripsi yang mereka pakai untuk melindungi pesan-pesan yang dikirim. Jika tidak, pemerintah Negeri Beruang Merah itu mengancam akan memblokir Telegram.

Permintaan ini mereka ajukan setelah terjadinya aksi teror bom bunuh diri di stasiun St Petersburg, dengan korban 15 orang. Menurut mereka, para teroris menggunakan Telegram untuk berkomunikasi dalam merencanakan serangan ini.

“Telegram memberikan kesempatan bagi para teroris dengan cara menyediakan ruangan chat rahasia dengan enkripsi tingkat tinggi,” tulis FSB, biro intelijen Rusia.

Permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh pendiri Telegram Pavel Durov. Menurutnya hal tersebut melanggar konstitusi, dan jika pun Telegram diblokir, warga Rusia lain dipastikan akan memakai aplikasi pengiriman pesan dengan enkripsi lain yang ada di pasaran.

“Jika Anda ingin mengalahkan teroris dengan memblokir sesuatu, maka Anda harus memblokir internet,” ujar Durov kala itu, seperti dikutip Klikkabar.com dari Venture Beat via¬†detikINET, Minggu.