Home / ACEH / SURA Minta Irwandi Terapkan Hukum Qisas di Aceh

SURA Minta Irwandi Terapkan Hukum Qisas di Aceh

Juru Bicara DPP SURA, Murdani. (IST)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat Suara Rakyat Aceh (DPP-SURA), Murdani Abdullah, meminta Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menyempurnakan pelaksanaan Syariat Islam di Aceh. Salah satunya dengan pelaksanaan hukum qisas sebagaimana tuntutan Alquran.

“Ini juga janji politik Irwandi Yusuf saat kampanye di Aceh Timur, Maret 2016 lalu. Syariat Islam harus disempurnakan, bukan dimodifikasi,” ujar Murdani, Jumat 14 Juli 2017.

Menurut Murdani, hasil musyawarah para pimpinan dayah yang menjadi penasehat di SURA, pelaksanaan syariat Islam di Aceh harus dikuatkan. Salah satunya dengan penetarapan hukum sesuai dengan syariat Islam.

“Jadi besar harapan kita kalau hukum qisas diperlakukan. Ini agar pelanggaran di Aceh semakin minim. Harapan ini sesuai dengan janji politik Irwandi sendiri,” kata Murdani.

“Esensi hukuman cambuk adalah mempermalukan. Jadi jika hukum cambuk dimodifikasi atau dilaksanakan secara tertutup, maka esensinya hilang. SURA menolak tegas rencana modifikasi hukuman cambuk, yang menurut Irwan Djohan, ide modifikasi hukuman cambuk berasal dari Gubernur Irwandi,” ujar Murdani lagi.

SURA, kata Murdani, ingin agar semua keistimewaan yang diperoleh saat ini dijaga dengan baik.

“Kita memperjuangkan kekhususan Aceh. Yang sudah ada, perlu dijaga dengan baik dan kekurangan disempurnakan. Seperti halnya syariat Islam, perlu disempurnakan dan hukum qisas ditegakan,” ujarnya.

“Demikian juga dengan wewenang Aceh yang diatur dalam UUPA dan MoU Helsinki, perlu dikuatkan serta bukan dihilang satu persatu. Kalau ada pihak-pihak yang ingin menghilangkan keistimewaan Aceh, berarti akan berhadapan dengan santri SURA di seluruh Aceh,” kata Murdani lagi.

Sebagaimana yang diketahui, Irwandi Yusuf mengaku akan menerapkan Qanun Qisas jika nantinya terpilih menjadi Gubernur Aceh. Dia menilai Aceh memerlukan satu payung hukum yang tegas sesuai dengan syariat untuk menekan angka pembunuhan.

“Menyoe nyoe meu hase, Qanun Qisas perle ta terapkan di Aceh, dengan tujuan bek le na kasus pembunuhan di Aceh. Kalau memang nanti kita diamanahkan, long akan evaluasi dalam per buleun angka pembunuhan. Menyoe meningkat maka Qanun Qisas segera ta peugot, karena beu tatupue nyawong hana pat cok gantoe wajeb tanyoe lindungi,” ujar Irwandi di hadapan tim relawan yang hadir dalam temu ramah yang berlangsung di Gampong Alue Bu, Kecamatan Peureulak Barat, Rabu, 16 Maret 2016.

Irwandi mengatakan untuk menuju Aceh dalam keadilan sangat diperlukan hukum atau qanun yang jelas.

“Qanun di Aceh nyan keuh rahmat. Menyoe got hukum, maka terciptalah keadilan, dengan keadilan terciptalah ketentraman,” kata Irwandi sebagaimana dikutip salah satu media online lokal di Aceh. (rel)