Home / BERITA TERBARU / Abi Muhib: Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh Tidak Boleh Ada Intervensi Siapapun

Abi Muhib: Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh Tidak Boleh Ada Intervensi Siapapun

Foto: Uama Kharismatik Aceh Abu Tumin Blangbladeh, Bireuen, saat bersilaturrahmi ke kediaman Ketua Umum Partai PD Aceh, Muhibussabri yang akrab disapa Abi Muhib, Senin 23 Januari 2017. (Istimewa)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH- Ketua Umum Partai Damai Aceh (PDA) Tgk.Muhibussabri A.Wahab akhirnya bicara persoalan pelaksanaan syariat islam di Aceh dibawah kepemimpinan Irwandi-Nova. Menurut ketua umum partai pengusung dan pendukung pasangan Irwandi-Nova ini, semua menyangkut pelaksanaan syariat islam di Aceh harus dimusyawarah dulu dengan para ulama di Aceh, sesuai dengan komitmen pasangan tersebut. “Tidak boleh diputuskan secara individual,” katanya, Rabu 12 Juli 2017.

Begitu juga dengan hukum cambuk yang kabarnya akan dilakukan di dalam penjara, menurut Abi Muhib akan menghilangkan makna dari sebuah hukuman cambuk itu sendiri.

“Hukuman cambuk itu, selain sebagai hukuman, juga ada efek malu terhadap pelaku itu sendiri agar tidak diulangi lagi, maka harus dicambuk didepan umum,” ujar Abi Muhib kepada Klikkabar.com.

Oleh karena itu, menyangkut kontroversial persoalan teknis pencambukan akan dikaji bersama para ulama Aceh, sehingga penegakan syariat islam di Aceh benar-benar sesuai dengan anjuran agama.

“Pada intinya, pelaksanaan syariat islam di Aceh  tidak boleh ada tekanan dari siapapun, baik dari istana maupun luar Negeri, komitmen awal adalah, persoalan syariat islam harus dikomunikasikan dengan ulama,” tutup Abi Muhib.